Mau Rapid Test? Ini yang Harus Diketahui

KBRN, Pontianak : Sebelum menjalani tes rapid antigen, ada beberapa hal yang harus diketahui, yaitu:

Hasil rapid test antigen dapat dipengaruhi oleh cara pengambilan sampel air liur atau lendir, cara penanganan sampel sebelum dites, dan alat tes yang digunakan. 

Hasil tes rapid antigen tidak selalu akurat, bisa berupa positif palsu atau negatif palsu. 

Untuk memastikan diagnosis adanya infeksi, hasil rapid test antigen harus diikuti oleh pemeriksaan lain, seperti RT-PCR, kultur mikroorganisme, atau tes rapid antibodi. 

Pemeriksaan swab antigen atau res rapid antigen tidak dianjurkan untuk dilakukan sendiri di rumah, karena bisa terjadi kesalahan dalam pengambilan sampel. Hal ini bisa membuat hasil pemeriksaan menunjukkan negatif palsu atau false positive. Ini artinya hasil tersebut bisa saja negatif, padahal sebenarnya belum tentu.

Oleh karena itu, untuk mendiagnosis Covid-19 diperlukan pemeriksaan klinis dari dokter beserta PCR.

Lalu bagaimana prosedur Rapid Test Antigen? 

Proses yang dilakukan oleh dokter dalam prosedur rapid test antigen tergantung pada sampel yang digunakan. Sampel bisa berupa lendir yang diambil dengan proses swab dari hidung, tenggorokan, atau bagian tubuh lainnya, bisa juga berupa darah yang diambil dengan menusukkan jarum ke ujung jari.

Berikut ini adalah tahapan pada tes rapid antigen yang menggunakan sampel lendir tenggorokan:

Dokter akan meminta pasien untuk membuang ingus dari hidung bila ada.

Dokter akan meminta pasien untuk mendongakkan kepala, sehingga memudahkan proses pengambilan sampel lendir.

Jika pengambilan sampel dilakukan melalui mulut, dokter akan meminta pasien membuka mulut selebar mungkin.

Dokter akan memasukkan alat swab yang menyerupai cotton bud panjang ke hidung atau mulut, dan mendorongnya hingga ke nasofaring, yaitu bagian atas tenggorokan yang terletak di belakang hidung.

Dokter akan memutar atau menggerakkan alat swab sekitar 15 detik agar lendir di nasofaring menempel pada alat.

Setelahnya, dokter akan menarik alat swab dari hidung atau mulut secara perlahan.

Sedangkan pada tes rapid antigen yang menggunakan sampel darah dari ujung jari pasien (finger prick), langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Dokter akan membersihkan ujung jari pasien dengan alkohol.

Alat khusus dengan jarum di ujungnya akan ditusukkan ke ujung jari pasien.

Ujung jari pasien yang sudah dilukai jarum akan ditekan hingga darah dari luka tersebut menetes ke alat rapid test.

Dokter akan meneteskan cairan pendeteksi antigen (reagen) ke alat rapid test yang sebelumnya telah ditetesi sampel darah pasien.

Dikutip dari situs Alodokter.com 

Terakhir diperbarui: 1 Juni 2021.D

itinjau oleh : dr. Meva Nareza. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00