Dinkes Kubu Raya Terus Pantau Perkembangan Warga Satu RT di Dusun Mega Blora yang di Isolasi Akibat COVID-19

KBRN, Kubu Raya : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Marijan mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pematauan terhadap sejumlah warga di Dusun Mega Blora, Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang yang sempat di isolasi karena sejumlah warga di sana terpapar COVID-19.

"Alhamdulillah, warga di Dusun Mega Blora Kecamatan Sungai Ambawang ini akan selesai masa isolasinya dan mereka bisa beraktivitas seperti biasa," katanya usai mengikuti apel hari pertama masuk kerja di halaman kantor bupati, Senin (17/5/2021).

Marijan menambahkan, aktivitas tersebut masih akan dibatasi sementara waktu, karena sesuai dengan ketentuan dalam PPKM mikro, setiap ada warga yang keluar atau masuk ke wilayah tersebut akan di screening terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya.

"Sejak satu pekan lalu, mereka terus kita pantau kesehatannya dan karena dusun tersebut di isolasi, maka tidak boleh ada yang keluar atau masuk selain petugas kesehatan yang memantau perkembangan mereka di sana," tuturnya.

 

Dari 100 orang yang di swab itu, 68 diantaranya masih menunggu hasil dari Dinas Kesehatan Kalbar yang akan diperiksa oleh laboratorium Universitas Tanjungpura (Untan). Dirinya mengaku sampai saat ini hasil ke 68 orang itu belum diterimanya dan belum keluar.

“Kita hanya berharap, agar hasil ke 68 orang itu bisa cepat dikeluarkan, sehingga kita juga bisa tracking selanjutnya, karena kita takutkan jika hasilnya lama akan berdampak pada penyebarluasan COVID-19. Namun jika hasilnya bisa cepat dikeluarkan, Insya Allah kita juga akan selalu bergerak di Kecamatan Sungai Ambawang.  

Marijan menceritakan, kronologis 1 RT tersebut hingga di isolasi, karena pada tanggal 19 April lalu terdapat 1 warga berjenis kelamin perempuan yang meninggal dirumah sakit dengan status negatif. Hanya saja, saat proses pemakaman, ada beberapa keluarga dan anak yang datang dari luar daerah. 

Terlebih, pihak keluarga melaksanakan kegiatan tahlilan selama 7 hari. Dan di ketahui, diantara pelayat dan undangan tahlilan ada yang datang dari Sintang dan Singkawang. 

"Kemudian, pada tanggal 5 Mei, terdapat 19 orang ini yg ikut melayat menunjukkan gejala demam flu salah satunya adalah salah seorang ibu yang merupakan warga di sana, yang setelah dilakukan test PCR di RS TNI AU ada 9 orang yang dinyatakan Positif COVID-19," kata Marijan.

Kemudian, satu diantara ibu yang melayat ini menderita sesak dan demam sehingga dirujuk ke RS Soedarso dan pada tanggal 6 Mei, ibu itu juga meninggal di di RSUD Soedarso.

Menindaklanjuti hal tersebut, selanjutnya Satgas Kubu Raya terus melaksanakan tracing dan testing terhadap 100 orang warga yang melakukan kontak erat dimana dari 100 orang tersebut, 32 sampel yang ada di periksa di mobil PCR Kubu Raya dan 68 sampel di kirim ke Dinkes Kalbar.

"Hasilnya, dari 32 sampel yang kuta periksa, 6 orang positif dan sisa sampelnya kita kirim ke provinsi dan 68 sampel itu belum keluar hasilnya. Terkait hal itu, sesuai dengan prosedur yang ada, wilayah dusun tersebut kita isolasi," tuturnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Dinkes Kubu Raya terus menggiatkan penyuluhan, advokasi dan pembagian masker kepada masyarakat di sana. 

"Kita juga melakukan penyemprotan dan melakukan diskusi dengan beberapa tokoh masyarakat, untuk mencegah hal ini kembali terulang," kata Marijan.

Terpisah, Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam mengatakan selama masa isolasi, ASN Kubu Raya menyalurkan bantuan setengah ton beras, 173 kilogarm gula, 173 liter minyak goreng dan 24 dus mie instan untuk warga Dusun Mega Blora Desa Mega Timur, Sungai Ambawang, yang terblokir akibat COVID-19.

"Selain itu, Pemda juga sudah mengirimkan bantuan beras sebanyak 2,6 ton untuk warga di sana. Kami mengajak semua masyarakat Kubu Raya agar warga yang semula terkonfirmasi COVID-19 bisa segera sembuh dan masa isolasi di sana segera selesai," kata Yusran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00