Keutamaan Diam (1)

1. Sebagai Keselamatan

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

العَافِيَةُ عَشَرَةُ أَجْزَاءٍ تِسْعَةٌ فِي الصَّمْتِ وَالْعَاشِرُ فِي الْعُزْلَةِ عَنِ النَّاسِ

"Keselamatan ada sepuluh bagian, sembilan bagian dalam diam dan satu bagian dalam pengasingan dari manusia". (Dalam Kitab Lubabul Hadits)

Masya Allah... 

Alhamdulillah... 

Sebagai umat Islam dianjurkan untuk senantiasa menjaga lisan kita. Sungguh hal ini sangat penting, sebab lisan diibaratkan pisau yang apabila salah menggunakannya, maka akan melukai banyak orang. Sehingga keselamatan manusia tergantung bagaimana kemampuan kita dalam menjaga lisan.

Kita belajar dan berusaha ketika hendak bicara, maka berpikirlah terlebih dulu. Apabila telah jelas bahwa ucapannya akan membawa kemaslahatan, maka berbicaralah. Dan apabila telah jelas bahwa ucapannya akan membawa kemudharatan atau kita ragu, bahaya atau tidak berguna maka kita memilih bersikap diam.

Kita terus berusaha menjaga ucapan maupun tulisan agar tidak menyinggung perasaan atau hati orang lain. Dan jika kita yang tersinggung atau tersakiti, maka kita tetap belajar berkata baik, yakni mendo'akan dan memaafkan.

Terkait pengasingan diri dari manusia, Syaikh Nawawi Al-Banteni menjelaskan bahwa hal itu bisa dilakukan jika memang kita tidak dibutuhkan oleh manusia dan kita juga tidak membutuhkan mereka.

Namun jika tidak demikian, yakni ketika secara syariat kita ditekankan untuk bergaul dengan manusia, misalnya untuk belajar atau mengajar, maka tidak ada kebaikan untuk mengasingkan diri dari manusia.

Semoga kita dimampukan untuk menjaga lisan kita dari hal yang tidak bermanfaat dan kita dijadikan hamba Allah yang bisa memberi manfaat kepada orang lain.

Yaa Allah.. Ampuni kami..Terimalah amal baik kami..

Dan bimbing kami semua kejalan yang lurus. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin

Semoga bermanfaat

TIM REDAKSI. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar