Keutamaan Tawadhu (7)

7. Kemuliaan dan Kekayaan

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

التَّوَاضُعُ مَعَائِدُ الشَّرَفِ

“Tawadhu’ adalah sasaran kemuliaan” (Dalam Kitab Lubabul Hadits)

Masya Allah...

Alhamdulillah...

Kita yakini bahwa tawadhu merupakan sifat terpuji dan mulia. Sehingga kita terus berusaha untuk belajar tawadhu kepada siapa saja.

Kita hanya berharap dinilai mulia disisi Allah saja. Tidak berharap penilaian manusia.

Dalam kitab Lubabul Hadits, melanjutkan hadist yang senada :

الكَرَمُ التَّقْوَى وَالشَّرَفُ التَّوَاضُعُ وَالْيَقِيْنُ الْغِنَى

“Kemuliaan adalah taqwa, kemuliaan itu tawadhu dan keyakinan itu kekayaan." (Dalam Kitab Lubabul Hadits)

Alhamdulillah...

Kita terus berusaha untuk bertaqwa dan _tawadhu'_ dalam kondisi apapun dan di manapun kita berada. Sehingga kita diberi kedudukan yang mulia kelak disisi Allah Subhanahu Wataalla.

Disampaikan bahwa keyakinan adalah kekayaan. Karena sesungguhnya jika kita yakin bahwa rezeki semua diatur oleh Allah Subhanahu Wataalla yakin bahwa tidak mungkin ada rezeki yang terlewatkan jika memang itu rezekinya dan yakin jika bukan rezekinya, maka usaha apapun yang kita lakukan, maka tidak akan mungkin kita peroleh, maka hal ini menjadikan kita kaya, yakni kaya hati. 

Kekayaan hati menjadikan kita bekerja hanya dalam rangka menjalankan perintah Allah, bukan karena duniawi. Kita senantiasa bersyukur kepada Allah, kita tidak pernah iri terhadap siapapun dan lain sebagainya.

Alhamdulillah...

Semoga dengan kita belajar bertaqwa, belajar tawadhu serta yakin bahwa semua ketentuan adalah Allah yang mengaturnya, maka kita digolongkan sebagai hamba yang mulia disisi-Nya. Aamiin

Yaa Allah.. Ampuni kami..

Terimalah amal baik kami..Dan bimbing kami semua kejalan yang lurus. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin

Semoga bermanfaat

TIM REDAKSI. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar