FOKUS: #VAKSIN COVID-19

BNNK Kubu Raya Musnahkan Barang Bukti Jaringan Gelap Narkotika Antar Provinsi

KBRN, Kubu Raya : Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) musnakan barang bukti narkotika jenis shabu berat sekitar 408,4 gram hasil dari pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika jalur antar provinsi di wilayah Kubu Raya dengan mengamankan dua orang tersangka. 

Pemusnahan barang bukti yang berlangsung pukul 09.10 wiba di halaman Kantor BNNK Kubu Raya itu disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam yang mewakili Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Perwakilan BNNP Kalbar, Kepala BPOM Pontianak, Pengadilan Negeri Mempawah, Kejaksaan Negeri Mempawah, Polres Kubu Raya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya dan kuasa hukum tersangka. Sebelum pemusnahan, barang bukti shabu terlebih dahulu dilakukan pengujian, guna memastikan barang bukti tersebut positif mengandung Metamfetamina. 

Kepala BNNK Kubu Raya Rudolf Manimbun mengatakan, pemusnahan barang bukti ini sebagai aturan untuk menindaklanjuti kasus penangkapan yang telah dilakukan. Keberhasilan pengungkapan kasus ini berkat adanya kerjasama pihaknya bersama tim BNNP Kalbar di jalan Trans Kalimantan Desa Teluk Bakung Kecamatan Sungai Ambawang pada hari Jum'at (21/8/2020) pukul 05.00 wiba.

"Adapun modus operandinya para tersangka ini ialah, mereka akan melakukan transaksi narkotika jenis sabu di sekitaran rumah makan UMI kelurahan kampung Jawa Tengah jalan Trans Kalimantan Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya", kata Ketua BNNK Kubu Raya Rudolf Manimbun saat menggelar press Confrence pemusnahan barang bukti jaringan peredaran narkotika jalur antar provinsi di halaman Kantor BNNK Kubu Raya, Jum'at (4/9/2020).

Rudolf menceritakan, adapun kronologis pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi masyarakat akan adanya transaksi narkotika jenis sabu yang dilakukan seorang laki-laki asal Kota Waringin Timur Kalimantan Tengah yang akan menuju ke Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. 

“Berdasarkan informasi yang kami terima, yang bersangkutan dalam aksinya menggunakan mobil jenis Toyota Inova yang saat itu pihaknya bersama tim BNNP Kalbar belum mengetahui plat nomor polisi kendaraan tersebut. Selanjutnya, kami langsung melakukan lidik dan pulbaket di wilayah Sungai Ambawang”, ujarnya.

Rudolf menambahkan, ke esokan harinya Kamis (20/8/2020), pihaknya mendapatkan informasi kebaradaan tersangka berinisial Ags dan Agn telah tiba di Tugu Ali Anyang dan akan melakukan transaksi jual beli sabu. Setelah mendapatkan ciri-ciri tersangka, pihaknya melakukan penyelidikan tetap dengan mengintensifkan guna mencari keberadaan tersangka.

“Setelah mendapatkan keberadaan tersangka, kita langsung melakukan pengejaran terhadap mobil tersangka selama kurang lebih 30 menit perjalanan. Kemudian kami memberhentikan kendaraan tersangka di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Desa Teluk Bakung Kecamatan Sungai Ambawang. Karena tersangka enggan keluar dari mobilnya, kami meneriakinya “kami dari BNN” yang selanjutnya kami melakukan tembakan ke atas untuk meminta kedua tersangka keluar dari mobilnya. Aksi inipun menjadi tonton warga sekitar yang ikut menyaksikan penangkapan tersangka”, ceritanya.

Rudof, menjelaskan, berdasarkan hasil intrograsi dari tersangka Ags dan Agn, diketahui kedua tersangka diperintahkan oleh Adi yang saat ini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) yang berdomisili di Sampit Kalimantan Tengah untuk membeli shabu dengan Kodok yang juga berstatus DPO sebanyak 4 ons dengan harga Rp65.000.000 per onsnya. Sedangkan tersangka Ags akan mendapat upah sebesar Rp20.000.000 untuk membawa narkotika jenis shabu ke Sampit Kalimantan Tengah dan tersangka Agn juga mendapatkan upah Rp20.000.000 untuk menemankan Ags dan memegang Shabu tersebutt ke Kalimantan Tengah.

Saat dikonfirmasi, tersangka Ags mengakui, ini merupakan aksinya yang ke tiga kalinya, yang mana sebelumnya dirinya juga pernah melakukan aksi yang sama dengan tempat dan jumlah narkotika yang berbeda. 

“Saya hanya ditugaskan Kodok untuk mengantakan Shabu itu kepada Adi. Semula transaksinya akan dilakukan di Tugu Ali Anyang Sungai Ambawang, namun kami di kejar dan diamankan tim BNNK Kubu Raya di jalan Trans Kalimantan Desa Teluk Bakung Kecamatan Sungai Ambawang”, ujarnya.

Selain mengamankan 408,4 Shabu, BNNK Kubu Raya juga berhasil mengamankan barang bukti lainnya berupa satu unit handphone merek Samsung SM-J200G warna hitam list putih dan satu unit handphone merek Oppo warna hitam dari tersangka Agn. Sedangkan dari tangan tersangka Ags, BNNK Kubu Raya juga mengamankan satu unit handphone merek Vivo 1904 warna biru, uang tunai sejumlah Rp23.000.000 dan satu unit mobil Toyota Inova Reborn warna hitam metalik dengan nomor polisi KH. 1082 ND berserta STNK atas nama Muliana.

Saat ini kedua tersangka masih dalam penyidikan intensif di Kantor BNNK Kubu Raya dan kedua tersangka jaringan gelap narkotika antar provinsi ini dikenakan pasal 114 ayat 2 junto pasal 13 ayat 1 dan 112 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup.

 ​​​

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00