Prostitusi Anak Di Bawah Umur Kian Marak, Pemkot Dukung Masyarakat Berikan Sanksi Sosial

KBRN, Pontianak ; Menindaklanjuti maraknya kasus prostitusi anak di bawah umur yang terjadi di Kota Pontianak, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh stakeholder terkait seperti TNI/Polri, relawan, komunitas dan lainnya bersinergi menangani kasus ini, pasalnya tanpa adanya keterlibatan antar sektoral maka penindakan tegas kasus prostitusi anak di bawah umur akan dianggap tidak serius dan terkesan berlarut-larut.

“Beberapa motif yang menjadi alasan penyakit masyarakat ini terus bertambah misalnya faktor ekonomi, broken home, dan mencari kesenangan (having fun) turut mewarnai aksi para pelaku yang terlibat dalam tindakan ilegal tersebut”, ujarnya seusai melakukan rapat membahas kasus prostitusi pelajar di bawah umur dengan sejumlah stakeholder terkait di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, pada Selasa (25/8).

Diakuinya, Pemerintah Kota Pontianak akan mempertimbangkan saran-saran yang diberikan dalam rapat untuk menangani kasus prostitusi anak di Kota Pontianak.Bahkan tidak menutup kemungkinan bila nantinya Pemkot akan menjadikan saran tersebut sebagai aturan yang diberlakukan kepada masyarakat untuk menekan angka kasus prostitusi anak di bawah umur terus meningkat.

“Tadi ada beberapa saran yang akan kita pertimbangkan untuk dilaksanakan seperti aturan jam malam bagi anak dan pengawasan terhadap durasi waktu menginap tamu hotel serta pemasangan cctv di taman kota atau waterfront agar lebih mudah mengawasi anak-anak”, tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Polisi Komarrudin mengaku prihatin dengan kasus prostitusi anak di bawah umur yang justru meningkat selama pandemi Covid-19.

“Saat ini yang sangat memprihatinkan faktanya data yang dipaparkan KPPAD terkait angka kasus prostitusi anak di bawah umur jauh lebih banyak dibandingkan dengan kasus yang ditangani pihak kepolisian”, ungkapnya.

Oleh karena itu, selain tindakan penegakan hukum Kombes Polisi Komaruddin  juga akan memberikan sanksi sosial bagi oknum yang terlibat dalam kasus prostitusi anak dibawah umur.

“Sanksi sosial itu artinya peran serta seluruh masyarakat untuk mengawasi dan memberikan informasi kepada kami kalau itu memang memerlukan tindakan hukum yang berlaku”, pungkasnya.

Ia menyebut hingga kini tercatat ada tujuh kasus prostitusi anak di bawah umur yang berada dalam pengembangan dan dua kasus tambahan yang menjaring pengguna yakni orang yang melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur tengah ditangani Polresta Pontianak Kota. (Ky)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00