Jasindo Apresiasi Putusan Tipikor Pontianak atas Dugaan Korupsi Klaim Kapal Labroy 168

KBRN, Pontianak ; PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mengapresiasi putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pontianak Kalimantan Barat, yang memvonis bebas tiga orang terdakwa dugaan kasus korupsi di perusahaan tersebut. Pasalnya, ketiga orang pejabat Jasindo itu tidak bersalah atas klaim pembayaran tenggelamnya kapal tongkang Labroy 168 di Jasindo senilai Rp 6,5 miliar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada majelis hakim yang telah memberikan putusan dengan berdasarkan fakta-fakta persidangan,” kata Sekretaris PT. Jasindo Cahyo Adi, saat jumpa awak media di Jasindo Pontianak, Selasa (11/8/2020). 

Cahyo menilai, putusan tersebut menegaskan ketiga terdakwa tidak melakukan kesalahan atau perbuatan sebagaimana tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Selain itu, putusan yang dibacakan Senin (10/8) malam itu, diharapkan tidsk hanya memberi rasa adil bagi Jasindo, tetapi juga untuk industri asuransi pada umumnya.

“Sejak kasus ini bergulir, banyak rekan-rekan industri asuransi memberikan perhatian pada perkara ini, karena timbul kekhawatiran proses klaim bisnis asuransi dibawa ke ranah pidana,” ujarnya. 

Kendati demikian, Cahyo menyebutkan jika pihaknya saat ini tengah menunggu apakah akan ada upaya yang kemudian diajukan JPU.

“Kami akan merespons setelah mendapat memori kasasi yang diajukan JPU,” jelas Cahyo. 

Untuk diketahui, kasus tersebut melibatkan mantan Kepala Cabang Jasindo Pontianak Thomas W, Kepala Divisi Klaim Asuransi Jasindo Danang Saroso, dan Direktur Teknik dan LN Jasindo Ricky Tri Wahyudi serta Sudianto alias Aseng pemilik PT. Pelayaran Bintang Kapuas Armada.

Majelis hakim yang diketuai Riya Novita menilai keempat terdakwa tersebut, tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi seperti yang didakwakan JPU. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00