Nelayan Lokal Mulai Resah Kapal Cantrang Beroperasi Di Perairan Kalbar

KBRN, Pontianak: Para Nelayan Lokal belakangan ini dibuat resah dengan maraknya aktifitas penangkapan oleh Kapal Ikan Cantrang di Perairan Kalbar yang di duga dari Pulau Jawa.

“Berdasarkan laporan yang di terima dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pontianak dan Cabang Sambas diketahui terdapat 30 hingga 40 unit Kapal Cantrang yang beroperasi di perairan kalbar tepatnya di Karang Cina,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Kalimantan Barat Herti Herawati Jum’at (7/8/2020).

Pihaknya juga ingin memastikan, apakah kapal-kapal tersebut memiliki Surat Keterangan Melaut (SKM) dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) beroperasi dalam jumlah dan wilayah yang terbatas. 

“Seperti diketahui Kapal Cantrang memiliki peralatan tangkap yang dilarang. Maka dari itu, seharusnya kapal jenis ini, beroperasi di luar wilayah perairan Kalbar khususnya di Laut Natuna dengan maksud sebagai penghalau kapal asing yang ingin masuk ke wilayah perairan Kalbar,”imbuhnya.

Herti berharap, dalam waktu dekat pihaknya bisa segera menindaklanuti laporan yang di terima, dengan menurunkan tim terpadu dan instansi terkait, dengan terlebih dahulu melaksanakan rapat dengan tim terpadu.

“Karena sudah dibuat resah, terutama Kapal penangkap Cumi mereka kompetitor Nelayan lokal, makanya kita akan rapatkan bersama. Apalagi, HNSI Pontianak dan Sambas minta ini direspon,”tukasnya.

Sebelumnya Bujang Ketua HNSI Kabupaten Sambas bersama HNSI Pontianak Bani Amin telah melayangkan surat kepada UPT Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kalbar, terkait keluhan dari para nelayan maupun pemilik kapal di Kalbar, adanya aktfitas penangkapan ikan bukan pada wilayahnya oleh sejumlah  Kapal Cantrang di perairan Kalbar.

“Intinya kita menunggu respon dari PSDKP terkait surat yang telah kita layangkan. Sampai detik ini menurut pak Bani, belum ada respon yang diberikan PSDKP. Kita berharap jangan sampai  kapal-kapal mereka sampai ke Sambas juga, kita antisipasi jangan sampai timbul konflik,” pungkasnya. (SS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00