LAPAS Pontianak Ajak Masyarakat Tak Kucilkan Warga Binaan

KBRN, Pontianak : Kepala Lembaga Permasyarakatan (LAPAS) Kelas 2 A Pontianak Farhan Hidayat mengajak masyarakat agar tidak mengucilkan keberadaan Warga Binaan yang sudah keluar dari Lembaga Permasyarakatan termasuk yang keluar dengan program Asimilasi.

Hanya saja beberapa hari terakhir pemberitaan media termasuk kritikan berbagai pihak menyebutkan warga binaan program Asimilasi kembali melakukan tindakan kriminal dan inipun membuat resah masyarakat.

Farhan Hidayat mengatakan pemberitaan yang menyampaikan meningkatnya kriminalitas ditanah air akibat warga binaan yang keluar melalui program asimilasi terlalu berlebihan. Jika dibandingkan total seluruh Indonesia terdapat 38.000 Warga Binaan yang bebas ternyata hanya 28 orang yang melalukan tindakan kriminalitas.

“Menurut saya itu terlalu berlebihan, dari seluruh Indonesia ada 38 ribu mendapat Asimilasi, ternyata hanya 28 orang yang melakukan tindakan kriminal” katanya, Jumat (24/04/2020)

Farhan melihat kecendrungan warga binaan yang mengulangi tindakan kriminal karena beberapa faktor misalnya kondisi saat ini lapangan pekerjaan yang sulit didapatkan kemudian keluarga dan lingkungan masyarakat yang tidak siap menerima keberadaan warga binaan.

Ia tidak ingin paradigma masyarakat menganggap semua warga binaan yang Asimilasi kembali akan melakukan tindakan kriminal. Menurutnya keberhasilan pembinaan warga binaan atau narapidana ditentukan oleh narapidana itu sendiri, petugas dan masyarakat.

Kemenkumham RI mengeluarkan program Asimilasi dan Integrasi sebagai upaya memutur mata rantai penyebaran Covid 19 apalagi hampir seluruh LAPAS di tanah air kelebihan kapasitas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00