Imigrasi Pontianak Tangguhkan Sementara Pembuatan Paspor Tujuan China

KBRN -Pontianak ; Kantor Imigrasi Klas I Pontianak hingga saat ini masih menangguhkan untuk sementara pengajuan permohonan pembuatan Paspor dengan tujuan negara China.

Kepala Kantor Imigrasi Pontianak Tatang Suheryadin menyatakan, karena merebaknya virus corona di China dua bulan terakhir, maka perintah Presiden Joko Widodo untuk melarang seluruh WNI berpergian ke China serta larangan masuknya turis asal China ke Indonesia, menjadi alasan pembuatan paspor ditangguhkan sementara. 

“Jadi bukan berarti pihaknya melakukan pembatalan, akan tetapi menangguhkan untuk sementara, menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait isu virus corona, jelasnya, Senin siang (10/02/2020).

Menurut Tatang, setiap warga negara memiliki hak mendapatkan identitas kenegaraannya dalam bentuk paspor.

“Tidak ada pembatalan, karena pembuatan paspor untuk wilayah Asean, seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan China. Namun karena sementara ini hubungannya dengan virus corona, maka kita lakukan sistem memperketat lagi tujuan negara pembuat paspor ini, seperti melakukan pendalaman materi. Selain itu yang kira -kira ke negara china, kita lebih dalami lagi permohonan ke sananya, kalau bisa dibatalkan dulu pergi ke sananya, jelasnya.

Tatang menegaskan, penundaan dilakukan akan tetapi proses pembuatan paspornya tetap diberikan.

Sejauh ini, animo masyarakat Kalimantan Barat untuk membuat paspor di Pontianak cukup tinggi. Padahal kata Tatang, setiap harinya kuota pembuatan paspor sudah diangka 210 berkas, namun pembuat paspor yang datang bisa mencapai 500an orang setiap harinya. 

Menurut Tatang hal ini dikarenakan, setiap WNI bisa membuat paspor di seluruh Kantor Imigrasi se-Indonesia. Pontianak dipilih oleh para pemohon paspor ini karena dianggap lebih dekat aksesnya dengan negara tetangga Malaysia, atau pun yang akan berpergian ke sejumlah negara di Asia Tenggara. 

Tatang menambahkan, jumlah pemohon paspor dari luar Pontianak dalam kurun waktu Januari hingga awal Februari 2020 ini mencapai 20 persen. Hal ini meningkat tajam ketimbang tahun sebelumnya, yang hanya di angka 30 persen sepanjang tahun. Artinya kata Tatang, tidak ada sedikit pun kekhawatiran masyarakat untuk berpergian ke luar negeri akibat isu virus corona ini, terkecuali yang berpergian ke kawasan daratan Negara China.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00