Mulai 11 Juli 2022, Layanan Kunjungan di Rutan dan LPKA Kalbar Dibuka

KBRN, Pontianak : Layanan kunjungan atau besukan di Lapas, Rutan dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kalbar akan kembali akan dibuka pada 11 Juli 2022, setelah hampir dua tahun ditutup.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalbar, Ika Yusanti setelah mengikuti arahan penyesuaian mekanisme terhadap layanan kunjungan secara tatap muka dan pembinaan yang melibatkan pihak luar oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Minggu (3/7/2022).

Ika menyebut hal ini berdasarkan Surat Edaran Nomor Pas-12.Hh.01.02 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Mekanisme Terhadap Layanan Kunjungan Secara Tatap Muka dan Pembinaan yang Melibatkan Pihak Luar.

“Hal ini untuk merespon perkembangan terkini situasi pandemi Covid-19, maka perlu dilakukan penyesuaian mekanisme penyelenggaraan layanan kunjungan secara tatap muka dan pembinaan yang melibatkan pihak luar di Lapas/Rutan/LPKA di wilayah yang ditetapkan status PPKM dengan level 1 dan level 2,” jelasnya.

Penyelenggaraan layanan kunjungan secara tatap muka akan dilaksanakan secara terbatas dengan beberapa ketentuan, diantaranya pengunjung merupakan keluarga inti dari narapidana, tahanan, anak. Penasihat, kuasa hukum yang dibuktikan dengan surat kuasa, perwakilan kedutaan besar, konsuler untuk narapidana, tahanan, anak warga negara asing.

“Selaian itu setiap narapidana/tahanan/anak hanya mendapatkan kesempatan menerima kunjungan 1 kali dalam 1 minggu pada jam kerja. Pengunjung juga telah menerima vaksin ketiga yang dibuktikan dengan aplikasi Peduli Lindungi atau sertifikat vaksin.

Sementara bagi pengunjung yang belum menerima vaksin secara lengkap, wajib menunjukkan rapid/swab antigen dengan hasil negatif atau surat keterangan tidak dapat menerima vaksin karena alasan kesehatan dari dokter instansi pemerintah dan Bagi Narapidana/Tahanan/Anak yang belum vaksin, kunjungan dilaksanakan secara virtual.

“Untuk penyelenggaraan kegiatan pembinaan yang melibatkan Pihak Luar, mereka harus sudah menerima vaksin ketiga yang dibuktikan dengan aplikasi Peduli Lindungi. yang belum menerima vaksin secara lengkap, wajib menunjukkan rapid/swab antigen dengan hasil negative. Jadwal pembinaan maksimal 3 kali dalam 1 minggu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Dirinya juga meminta kepada Kepala Lapas/Rutan untuk bisa mengatur jadwal dan mempertimbangkan kecukupan ruang kunjungan. Selin itu harus Menghindari penumpukan (Kerumunan) pada hari-hari tertentu.

“Sosialisasikan layanan kunjungan langsung ini kepada warga binaan dan keluarganya. Selain itu Lapas/Rutan harus bisa mengantisipasi penumpukan pengunjung, protes terhadap kebijakan yang ditetapkan. Jangan sampai ada penyimpangan wewenang (pungli), kesiapsiagaan petugas dan peningkatan kewaspadaan harus diterapkan karena kemungkinan terjadinya gangguan kamtib,” pesan Ika.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar