Wakasal Apresiasi Keberhasilan Tim F1QR, Gagalkan Penyelundungan Miras dari Malaysia

KBRN, Pontianak : Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lantamal XII Pontianak bersama Bea Cukai Kalbagbar berhasil menggagalkan penyelundupan minuman keras (Miras) menggunakan 2 (dua) unit Truk dan satu Truk container yang sedang melakukan loading miras, Minggu, (26/6).

Kronologis penangkapan berawal dari informasi Intelijen yang diterima oleh  tim F1QR Lantamal XII Pontianak dilapangan pada hari Sabtu, tanggal 25 Juni 2022 pukul 23.30 WIB, bahwa akan ada upaya penyelundupan minuman keras illegal dari Malaysia menggunakan 3 (Tiga) unit Truk di daerah Bengkayang.

“Menindaklanjuti informasi tersebut pukul 23.50 WIB Tim F1QR Lantamal XII Pontianak melaksanakan briefing di Kantor Satrol Lantamal XII/Pontianak, selanjutnya Tim F1QR  bergerak menuju daerah yang dicurigai. Pada pukul 01.30 WIB tim F1QR bergabung dengan Tim Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar) guna melakukan pengintaian,”jelas Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal)  laksanaman Madya  TNI Ahmad Heri Purwanto saat Press Conference di Gedung Serba Guna Satrol Lantamal XII, Senin (27/6/2022).

Pada pukul 02.37 WIB Tim F1QR bersama Tim Bea Cukai Kalbagbar mengidentifikasi dan mencurigai sebuah truk, selanjutnya Tim membuntuti truk-truk yang dicurigai sampai dengan pukul 03.33 WIB, dan berhasil menemukan Truk yang sedang loading muatan minuman keras illegal Malaysia dari sebuah Truk Kontainer bernomor Polisi KB 8409 AY ke 2 (dua) truk (KB 9156 P dan KB 8869 KL).

“Selanjutnya Tim Gabungan melakukan penangkapan dan pengawalan terhadap Truk dan Pengemudinya menuju Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat di Pontianak guna penyelidikan lebih lanjut,”ujarnya.

Menurutnya, modus operandi muatan minuman keras illegal asal Malaysia diambil dari gudang di Jagoi (merupakan perbatasan Malaysia – Indonesia), kemudian di muat menggunakan kendaraan jenis truk menuju Anjongan Kabupaten Mempawah untuk dialihkan ke dalam Truk container dan dibawa ke Pelabuhan Pontianak. dengan memanfaatkan angkutan truk dan container kemungkinan sering terjadi. Menyikapi kasus tersebut, perlu dilaksanakan pendekatan persuasif dan pembinaan kepada masyarakat perbatasan agar apabila mengetahui adanya percobaan penyelundupan barang-barang illegal, supaya melaporkan / menginformasikan ke petugas.

Menyinggung mengeni miras yang diamankan Tim F1QR, Wakasal  mencatat, terdiri dari 9 merk, yaitu Macallan Harmoni, Macallan 12, El Jimador, Dona Sol Veneyards, Herradura Reposado,  Herradura Tequila Plata, Douglass Hill, Finlandia Vodka dan Kilchoman.

Menurutnya, ke-9 merk Miras yang berhasil diamankan itu sebanyak 1.170 karton atau 13.260 botol dan jika dijulah dalam satuan liter sebanyak  9.876 liter, dengan harga dari yang terendah Rp187.000 hingga termahal Rp6.500.000 per botol, dan total Rp8 890.360.000.

“TNI AL punya kewenangan di laut tetapi semua kegiatan dimulai di darat dan tidak mungkin menangkap sesuatu tahu-tahu langsung di laut,”tegas Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwanto saat  Press Conference Penangkapan Penyelundupan Miras Tim Gabungan TNI AL dan Bea Cukai Kalbagbar di Aula Satrol Lantamal XII Pontianak, Senin (27/6/2022)

Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwanto optimis dengan bersama-sama Bea Cukai dan nanti di lain tempat juga akan sama-sama Pol Airud dan lain sebagainya, niscaya penjagaan terhadap laut ini akan semakin bagus, karena pantai di Kalbar sangat luas dan panjang, belum lagi yang di jalur Selat Malaka dari Dumai, Tanjung Pinang dan lainnya, sehinggai memang diperlukan sinergitas.

“Kami di jajaran Angkatan Laut akan selalu komitmen, dalam hal ini teman-temen awak media dan masyarakat, silahkan mengikuti  proses-proses, tangkapan-tangkapan yang melibatkan Angkatan laut, kjadi kita komitmen betul dalam hal ini. Dan Kasal menekankan tidak boleh ada oknum Angkatan Laut, artinya yang bermain-main terhadap tindak pidana yang menjadi tugas dan kewenagan TNI Angkatan Laut, itut komitmen dan perintah Kasal, bahkan Kasal menyampaikan kalau ada yang macem-macam digaruk,”jelasnya.

Lebih lanjut Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwanto menegaskan, jajaran TNI Angkatan Laut kini sedang menegakkan semboyam “Tiada Hari Tanpa Jarkaplit”, yaitu Pengejaran Penangkapan dan penelitian. Karena ini sesuai dengan Undang-Undang TNI Nomor 34 Pasal 9 Tahun 2004 bahwa TNI AL punya wewenang.

Sementara yang di duga sebagai pelaku pada penyelundupan ini antara lain: Sopir Nopol KB 8869 KL (inisial PS) dengan muatan minuman keras (Maccallan) 149 Karung (3.576 Botol), KB 9156 P (Inisial DP) muatan masih dalam proses pendataan dan Truk Kontainer TAKU6037738 dan (40 Feet) Nopol KB 8409 AY (inisial AK), yang saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh Tim Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar) di Kantor Wilayah Bea Cukai Pontianak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar