Rangkul Pemangku Adat, Kapolsek Menjalin Tegakan Tidak Ada Toleransi untuk Pelaku Kejahatan Seksual

KBRN, Pontianak : Masyarakat adat Dayak di Kecamatan Menjalin Kabupaten Landak menggelar Pengukuhan dan Pelantikan Timanggong Binua Sebau, Selasa (18/01/2022).Dalam kegiatan tersebut, hadir Ketua DAD Kabupaten Landak Heri Saman, Kapolsek Menjalin Ipda. Andreas Quinn, Sekretaris Kecamatan dan para pengurus DAD Kecamatan Menjalin.

Kapolsek Menjalin Ipda Andreas Quinn mengucapkan selamat atas terpilihnya Yakobus Itang sebagai Timanggong Binua Sebau.

"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Timanggong Binua Sebau yang baru dilantik, semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mendapat berkat dari Jubata," katanya, sesuai rilis yang diterima RRI.

Andreas juga menambahkan bahwa dalam pengamalan tugas di lapangan, antara pihak kepolisian dan pemangku adat memiliki kesamaan yaitu menjadi 'problem solver' bagi masyarakat di daerah hukumnya.

Selain itu, Kapolsek juga menjelaskan pentingnya kerja sama dan kolaborasi antara aparat penegak hukum positif dan penegak kearifan lokal agar tercipta suatu sinergi.

"Arah penyelesaian yang kita punya tentu berbeda, yang satu (hukum) positif, dan bersifat memaksa, sedangkan hukum adat bersifat konsensus lokal dan arif. Perlu adanya kerjasama dan kolaborasi yang baik, agar tidak berlawanan arah," Jelas Andreas.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan oleh Kapolsek Menjalin, pentingnya sikap proaktif dalam penanganan kasus-kasus 'lex specialis', seperti contohnya kasus kekerasan seksual pada anak di bawah umur.

"Jangan tawar-tawar soal kasus kekerasan seksual, segera laporkan kepada kepolisian, harus ada sanksi yang memunculkan 'deterrent effect' bagi pelakunya. Sebab, dampaknya laten dan akan merusak generasi penerus," tutup Andreas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar