Dua Tersangka Ditetapkan dalam Penyelundupan Rotan Ilegal, Keterlibatan Pihak Lain Masih Didalami

KBRN, Pontianak : Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar) berhasil menggagalkan penyelundupan rotan ilegal sebanyak 207 ton yang hendak dikirim ke Malaysia. Penyelundupan rotan yang dimuat pada kapal KLM Musfita itu digagalkan Bea Cukai di perairan utara Pulau Subi, Kepulauan Natuna pada Selasa (16/11) sekitar pukul 22.40 WIB.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Kalbagbar Setiawan mengungkapkan, rotan tersebut digagalkan penyelundupannya ketika hendak menuju Malaysia melewati perairan Mempawah, Kalimantan Barat. Kapal KLM Musfita yang membawa rotan tersebut dihentikan oleh kapal patroli Bea dan Cukai BC 30004 yang saat itu tengah melakukan patroli rutin di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Kegiatan Operasi Patroli Laut berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ekspor rotan mentah dengan berat 207 ton pada hari Selasa (16/11) sekitar pukul 22.40 WIB di perairan utara Pulau Subi, Kepulauan Natuna," ucapnya saat konferensi pers di gudang penyimpanan rotan di Jalan Pramuka, Desa Rengas Kapuas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (1/12/2021).

Menurut Setiawan, atas penggagalan penyelundupan ini, pihaknya telah menetapkan nahkoda dan kepala kamar mesin (KKM) kapal sebagai tersangka. Adapun pemilik rotan tersebut belum diketahui karena Bea Cukai masih melakukan pengembangan.

"Seluruh penyelundupan rotan itu menggunakan modus antarpulau. Seolah-olah pengiriman antar pulau, ternyata di bawa ke luar (negeri). Tersangka yang kita hadirkan hari ini satu sebagai nahkoda, satunya sebagai KKM. Untuk pemiliknya masih dalam pendalaman kita," paparnya.

Pelaku kejadian ini akan dijerat dengan pasal 102A huruf (a) dan/atau Pasal 102A huruf (e) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan, dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

"Rotan mentah merupakan barang dilarang ekspor bidang kehutanan sesuai Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor yang sering diselundupkan dengan modus antar pulau," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar