Ini Senjata Ombudsman Dalam Melaksanakan Tugas Penanganan Penyelesaian Laporan Masyarakat

KBRN, Pontianak: Semakin besar kepuasan masyarakat atas layanan yang diberikan, semakin besar pula harapannya. Hal itu sepertinya relevan dengan kondisi kelembagaan pada Ombudsman RI. Di usia yang baru 21 tahun, banyak masyarakat yang menaruh harapan besar atas eksistensi Ombudsman dalam mengawal pelayanan publik.

Wajar saja masyarakat berharap banyak dengan Ombudsman. Saat ini, Ombudsman dipandang sangat baik dalam percepatan perbaikan pelayanan publik. Lihat saja dalam penyelesaian laporan pelayanan publik misalnya, jumlah laporan masyarakat yang masuk semakin besar dari tahun ke tahun.

Dalam pemeriksaan laporan masyarakat, tak sedikit masyarakat yang belum memahami apa dan bagaimana tantangan dalam proses pemeriksaan laporan masyarakat. Banyak sekali tantangan baik yang bersifat internal dan eksternal. Bahkan yang paling ekstrim, tak menutup kemungkinan akan ada tekanan yang mengarah ke proses hukum (pidana/perdata) kepada Asisten Ombudsman.

“Dalam melaksanakan tugasnya Ombudsman memerlukan hak imunitas, dimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI yang menyatakan “Ombudsman tidak dapat ditangkap, ditahan, diinterogasi, dituntut, atau digugat di muka pengadilan”. Oleh karena itu. kehadiran hak imunitas ini sangat besar dampaknya pada kelembagaan Ombudsman.” Ujarnya Sabtu (16/10/2021).

Tariyah menambahkan, dengan adanya hak imunitas, bukan berarti Ombudsman dapat sewenang-wenang. Ada nilai kepatutan yang harus dijaga. Pun begitu dalam pelaksanaan tugas dalam menyelesaiakan laporan masyarakat. Asisten Ombudsman tidak diperkenankan bertindak di luar batas kewenangannya.

“Pengaturan turunan terkait imunitas pada Ombudsman sebenarnya dapat dilihat lebih dalam pada SE Ketua Ombudsman Nomor 16/ORI-SE/VII/2016 tentang Penyamaan Pemahaman Mengenai Mutatis Mutandis dan Imunitas Dalam Rangka Melaksanaan Kegiatan Selaku Pejabat Ombudsman RI. Terdapat batasan ketentuan atas imunitas tersebut,” tuntasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00