Ombudsman Kalbar Laksanakan Konsinyering Percepatan Penyelesaian Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan

KBRN, Pontianak: Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat mengupayakan percepatan penanganan penyelesaian laporan masyarakat yang masih dalam proses dalam waktu secepatnya. Akselerasi itu dilaksanakan melalui Rapat Penyelesaian Penanganan Laporan Masyarakat dan Penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan (Konsinyering).

Asisten Pemeriksaan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat selaku penanggung jawab kegiatan Agus Akil mengungkapkan, dalam rapat ini terdapat 17 dari 59 laporan dalam proses yang dijadikan fokus konsinyering, diantaranya dengan substansi Pertanahan 12 laporan, Pemasyarakatan 1 laporan, Kepolisian 1 laporan, Pemda  2, dan Kesehatan 1 laporan.

Dimana dalam proses penanganannya diupayakan dapat diselesaikan dalam waktu secepatnya. Mengingat, akan banyak sekali agenda yang akan dilaksanakan oleh Ombudsman Kalbar kedepannya, baik dari pihak internal maupun pihak eksternal.

Para asisten Ombudsman Kalbar diharapkan dapat segera menyelesaikan proses administrasi laporan, meskipun secara substansial dari laporan masyarakat yang ada sudah diselesaikan.

“Laporannya itu ada dari tahun 2020 sampai saat ini akan kita selesaikan beberapa yang sudah pada tahap mendapat penyelesaian atau memang tidak ditemukan maladministrasi. Intinya secara substansi sudah selesai, tapi kita percepat penyelesaian administrasinya,” ujarnya Kamis (14/10/2021).

Agus Akil menambahkan, konsinyering kali dilaksanakan pada Triwulan ketiga, dimana merupakan kegiatan rutin dari Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat dan digelar selama 3 hari.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman Kalimantan Barat Agus Priyadi mengatakan, upaya ini memang terbukti cukup ampuh dan efektif untuk menyelesaikan laporan masyarakat yang terfokus pada penyelesaian administrasinya.

“Dengan cara ini terbukti ampuh dan kita fokus selama tiga hari ini menyelesaikan bentuk administrasinya, karena memang sangat beda di kantor dengan disini (konsinyering). Ini saja lebih kurang 23 laporan yang bisa kita selesaikan dalam 3 hari, sampai penginputan ke aplikasi SIMPEL,” katanya.

Agus Priyadi mengutarakan, meskipun dari segi metode percepatan penyelesaian menggunakan rapat konsinyering akan lebih tertib secara administrasi. Namun, berbeda pada era sebelumnya, sejak tahun 2012 hingga 2017, pada masa itu bentuk penyelesaian laporan masyarakat jauh lebih ramping dan memerlukan waktu yang cukup singkat.

“Saat itu masih sedikit administrasinya, kita bisa menyelesaikan laporan besoknya kita sudah bisa rapat. Kalau sekarang tidak bisa, karena kita harus verifikasi berkas, melengkapi berkas, masuk pemeriksaan kemudian dilakukan tindakan apa, jadi lama bisa seminggu sampe dua minggu,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00