Pentingnya Meningkatkan Kepedulian dan Melindungi Hak Anak

KBRN, Pontianak: Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Asisten I Sekda Prov Kalbar), Dra. Hj. Linda Purnama, M.Si., didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Barat (DP3APKB Prov Kalbar), Dra. Natalia Karyawati, M.E., membuka Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Pendampingan Kualitas Hidup Anak dan Koordinasi dan Sinkronisasi Pelembagaan Pemenuhan Hak Anak Provinsi Kalimantan Barat di Ruang Audio Visual Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (13/10/2021).

Kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual oleh para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kepala dinas yang membidangi Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat, serta anak-anak perwakilan pengurus Forum Anak Daerah dan Fasilitator Anak di seluruh Kalimantan Barat.

Pada laporannya, Kepala DP3APKB Prov Kalbar menjelaskan kegiatan ini bertujuan memberikan apresiasi dan kepedulian dalam menjamin perlindungan pemenuhan hak anak oleh seluruh komponen bangsa, serta mengubah seluruh komponen bangsa dalam menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Asisten I Sekda Prov Kalbar yang membacakan sambutan Gubernur Kalbar sangat mengapresiasi semangat dan partisipasi aktif anak-anak. Hal ini mencerminkan anak-anak Kalimantan Barat adalah anak-anak yang cerdas dan memiliki pemikiran untuk maju, serta mempunyai tekad untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan Kalimantan Barat yang kita cintai.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak tentang perlindungan anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Untuk itu, pemerintah hadir mengambil peran sebagai orang tua dewasa dalam pemenuhan hak anak ,” papar Hj. Linda Purnama.

“Pelaksanaan Forum Anak Daerah (FAD) dan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2021 menghadapi tantangan keras dengan adanya pandemi COVID-19 yang implikasinya pada anak, yaitu pengasuhan bagi anak, berkurangnya kesempatan belajar dan bermain bersama teman, bahkan kasus kekerasan pada anak juga meningkat. Walaupun kegiatan ini dilaksanakan secara virtual, hendaknya tidak mengurangi makna FAD dan HAN itu sendiri,” harap Gubernur melalui sambutan yang dibacakan Asisten I Sekda Prov Kalbar.

Kemudian, Gubernur Kalbar berharap Forum Anak Daerah di seluruh Kalimantan Barat dapat menjadi panutan rekan sebaya dan bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk menekan angka kekerasan terhadap anak melalui Gerakan Pelopor dan Pelapor (2P). Sebagai pelopor, anak-anak menjadi agen perubahan, baik di sekolah, di rumah, maupun dilingkungannya, agar hak dasar anak dan perlindungan anak dapat terpenuhi. Dan sebagai pelapor, anak secara aktif terlibat ketika hak dasar dan perlindungan anak tidak terpenuhi.

Sumber Rilis Adpim Pemprop Kalbar

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00