Beri Informasi Tak Jelas Ke Nasabah, GAIB Somasi AXA Mandiri

KBRN, Pontianak: Ketua DPD Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) Provinsi Kalimantan Barat Rudi Supriadi mengajukan somasi ke perusahaan asuransi PT. AXA Mandiri Pontianak, karena memberikan informasi yang tidak jelas kepada seorang nasabah bernama Nyonya Betty, warga Jl. Gusti Hamzah, Gang Gunung Rinjani No 34, RT:04/RW:25, Sungai Jawi Dalam, Pontianak Barat, Kota Pontianak. 

GAIB sendiri mendapat surat kuasa khusus tertangal 6 Desember 2020 dari Ny. Betty selaku pemegang polis AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) dengan produk Mandiri Rencana Sejahtera Plus. Ny. Betty mulai terdaftar sebagai pemegang polis tanggal 28 Juni 2011. Somasi pertama dilayangkan tanggal 24 Juni 2021, dan somasi kedua dilayangkan tanggal 6 September 2021.

“Jadi, somasi itu berlatar belakang banyaknya pengaduan masyarakat kepada kita tentang program daripada PT. asuransi investasi AXA Mandiri ini penuh dengan rekayasan dan juga kebohongan, dan itu sudah kita coba klarifikasi beberapa kali secara langsung namun terbukti di lapangan kita tidak pernah mendapatkan penjelasan yang jelas dan komprehensif dari petugas-petugas di lapangan, bahkan asuransi sudah coba dibelokkan kepada BPJS,” ungkap Rudi di Pontianak, pada Selasa (5/10/2021) sore.

Dalam kasus Nyonya Betty, kata Rudi, seharusnya yang bersangkutan menyetor sebesar Rp50 juta selama 10 tahun, dengan premi sebesar Rp5 juta per tahun. Ternyata setelah dihitung, uang yang sudah disetorkan oleh Nyonya Betty jumlahnya mencapai Rp60 juta, namun yang diperoleh sebesar Rp46 juta. Sedangkan janji dari AXA Mandiri, Nyonya Betty akan mendapatkan Rp98 juta. 

“Dalam somasi pertama itu kita minta agar informasi-informasi yang diterima nasabah ingin kami perjelas, misalnya adanya keterangan-keterangan dari nasabah itu tentang janji-janji AXA Mandiri ini yang katanya mempunyai program, nanti akan memberikan keuntungan sekian, ternyata ketika nasabah menunggu sekian lama, nol besar,” ujar Rudi.  

Sedangkan dalam somasi kedua, lanjut Rudi, diantaranya meminta PT. AXA Mandiri memberikan ganti rugi terhadap nasabah sesuai polis, dan mengganti kerugian lain yang ditimbulkan. 

Pihak AXA Mandiri Financial Services sebenarnya telah memberikan tanggapan terhadap somasi Ketua DPD GAIB Provinsi Kalimantan Barat. Surat pertama tertanggal 14 September 2021, dengan Perihal: Perpanjangan waktu penelusuran Atas Surat Tanggal 24 Juni 2021 dan 06 September 2021 Perihal Somasi, dan Surat kedua tertanggal 24 September 2021, dengan Perihal: Tanggapan atas surat dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) perihal Teguran (Somasi). Kedua surat tersebut ditandatangani oleh Teguh Budiyanto selaku Head of Complaint Management, PT. AXA Mandiri Financial Service. Kendati demikian, surat dari AXA Mandiri tersebut malah mengecewakan Rudi. 

“Nah, ternyata ketika kami memberikan somasi secara formil ya, dua somasi yang kami kirimkan secara formil ternyata hanya dibalas melalui pdf, sehingga di dalam balasan dari somasi kami itu, kami melihat tidak relevan sekali dengan nama kebesarannya PT. AXA itu,” beber Rudi.  

Menurut Rudi, bukan hanya memberikan informasi yang tidak jelas kepada nasabah, beberapa aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang perasuransian juga dilanggar oleh PT. AXA Mandiri.

“Salah satunya itu, bila terjadi sesuatu dan lain hal, maka pihak perusahaan itu harus membayarkan atau mengganti penuh dana yang ditanamkan oleh nasabah,” tambah Rudi.

Ketika dikonfirmasi RRI, pada Rabu (6/10/2021) pagi, Irfan dari PT. AXA Mandiri Pontianak belum dapat memberikan tanggapan, karena tak punya kapasitas untuk menjawab. Namun, Irfan akan menyampaikan langsung apa yang ditanyakan RRI, ke bagian yang khusus menangani pengaduan. Tanggapan resmi dari AXA Mandiri Pusat, akan segera disampaikan ke RRI.     

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00