Pemdes Sungai Jawi Kubu Raya Salurkan BLT DD Melalui Sistem Non Tunai CMS

KBRN, Kubu Raya : Pemerintah Desa Sungai Jawi Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap pertama di tahun 2021 dengan sasaran 132 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tiga dusun. 

Proses penyaluran BLT DD yang dilakukan Pemdes Sungai Jawi ini sedikit berbeda dengan penyaluran BLT DD yang dilakukan desa lainnya di Indonesia, karena prosesnya menggunakan sistem non tunai melalui aplikasi Cash Managment System (CMS) Bank Kalbar.

Dengan penyaluran BLT DD melalui sistem CMS ini menjadikan desa Sungai Jawi menjadi desa kedua di kabupaten termuda di Kalbar itu yang menerapkan sistem ini, mengingat tahun 2020 lalu, desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap sudah terlebih dulu menyalurkan BLT DD dengan sistem non tunai ini.

Kepala Desa Sungai Jawi Effendi mengatakan, sebelum menyalurkan BLT DD tahap pertama tahun 2021 ini pihaknya terlebih dahulu menggelar musyawarah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, RT dan RW untuk menentukan warga yang berhak menerima bantuan ini. 

"Yang mana setiap RT mendata warga yang berhak menerima BLT DD ini yang kemudian hasilnya dilaporkan ke masing-masing kepala dusun dan selanjutnya disampaikan ke desa", katanya via WhatsApp masssanger, Selasa (26/1/2021) malam. 

Effendi menambahkan, setelah data itu diterima desa, maka pihaknya langsung menggelar musyawarah pengurus pemerintahan desa guna membahas sistem pencairannya. 

"Setelah semuanya sudah dibahas, maka disepakatilah untuk penyaluran BLT DD tahap pertama tahun 2021 ini menggunakan sistem non tunai melalui aplikasi CMS Bank Kalbar dan pada hari ini juga bisa langsung dicairkan. Meski jarak desa dengan ibukota kecamatan sangat jauh, namun warga merasa bersyukur dengan bantuan ini", ujarnya. 

Effendi menjelaskan, dilakukannya pencairan BLT DD non tunai, pihaknya ingin mensukseskan program Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang menginginkan semua desa bisa menerapkan sistem CMS dalam mengelola ADD dan DD untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran yang sering dilakukan kepala desa. 

"Tahun ini jumlah DD kami ada Rp.1 milyar 50 ribu. Tentunya kita berharap dengan penyaluran BLT DD ini masyarakat bisa terbantu perekonomiannya di masa pandemi yang saat ini masih berlangsung. Sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari", pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00