FOKUS: #VAKSIN COVID-19

BI Perwakilan Kalbar Kick Off 1000 QRIS UMKM Kubu Raya, Bupati Muda : Ini Injeksi dan Model Digital Menuju Pasar Global

KBRN, Kubu Raya : Upaya mendukung pemulihan ekonomi di sektor perdagangan di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) di masa pandemi Covid-19, Bank Indonesia perwakilan Kalbar mendorong digitalisasi sistem pembayaran dengan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam berbagai kegiatan transaksi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di kabupaten termuda di Kalbar itu.

Dalam program ini, Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia provinsi Kalimantan Barat Jeffri Pakpahan bersama Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH melakukan kick off Program Launching 1000 QRIS UMKM Kubu Raya dengan di tandai penekanan tombol digital layar lebar di The Q Hall Convention Center Qubu Resort Kubu Raya, Selasa (24/11/2020).

Jeffri mengapresiasi keseriusan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dalam mendukung pengembangan UMKM terutama mendorong bagi pelaku UMKM untuk Go Digital yang mengikuti era digital saat ini yang semakit cepat.  

“Bank Indonesia telah meluncurkan QRIS pada 17 Agustus 2019 lalu dan diimplementasikan pada tanggal 1 Januari 2020. Kehadiran QRIS sendiri sebagai bentuk standarisasi Quick Reponse Code (QR) yang ditetapkan Bank Indonesia bersama industri pembayaran baik bank maupun non bank yang berfungsi memfasilitasi pembayaran ritel di Indonesia, salah satunya UMKM”, kata Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia provinsi Kalimantan Barat Jeffri Pakpahan usai melakukan kick off Program Launching 1.000 QRIS UMKM Kubu Raya di The Q Hall Convention Center Qubu Resort Kubu Raya, Selasa (24/11/2020) pagi.

Jeffri menuturkan, QRIS ini bukanlah suatu aplikasi baru, melainkan sebuah penyeragaman QR yang digunakan penyedia jasa pembayaran yang memiliki layanan seperti dompet elektronik. Dengan Hadirnya QRIS ini, tidak lagi diperlukan QR yang berbeda-beda dari setiap penyedia layanan dompet elektronik. Yang mana satu QR dapat digunakan untuk memproses seluruh transaksi seluruh penyedia layanan aplikasi.

“Peluncuran QRIS sendiri bertujuan untuk mencegah adanya fragmentasi dalam industri sistem pembayaran serta untuk memperluas akses transaksi pembayaran non tunai nasional secara lebih efesien. Hadirnya QRIS juag mengusung semangat UNGGUL (Universal, Gampang, Untung dan Langsung) dan diharapkan dapat mendorong efiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan hingga memajukan UMKM yang diharapkan dapat terus menjadi penggerak roda perekonomian Indonesia”, ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menilai, diluncurkannya 1000 QRIS ini merupakan suatu hal yang bisa memberikan injeksi bagi pelaku UMKM dan skemanya bisa menjadi bagian digitalisasi dari proses transaksi UMKM. Secara otomatis hal ini mempermudah dan menkonsolidasikan semua model pembayaran yang semua bisa akses melalui QRIS ini.

“Tentunya secaea otomatis juga bisa cepat dan termonitor serta bisa melihat perkembangannya dengan lebih baik. Langkah ini juga akan memberikan iklusi keuangan pada masyarakat dan sekaligus bagian dari cara kita untuk bisa memaksimalkan sehingga variannya juga semakin banyak jenisnya”, ungkap Muda Mahendrawan di dampangi Ketua Dekranasda Kubu Raya Hj. Rosalina Muda saat meninjau stand UMKM.

Bupati meyakinkan, yang pasti untuk pasar nasional maupun menembus pasar global ini setidakknya UMKM sudah melatih diri, agar terbiasa dengan model-model seperti ini. Jika semua UMKM ini sudah terbiasa dengan model digital ini, sehingga sistem digitalisasinya akan membuat semakin banyak semangat, motivasi dan kreativitas untuk mendorong produk-produk yang lebih menarik dan menjadi magnet di pasar internasional.

“Dengan QRIS ini, hendak kita syukuri. Karena di masa pandemi ini justru semakin kita gencarkan dan tancapkan agar pelaku UMKM ini agar mereka memunculkan keyakinan dan percaya diri bahwa kita bisa loh melempar produk yang dihasilkan ke pasar global. Jangan menjadi rendah diri, tapi harus yakin karena produk yang dihasilkan pelaku UMKM Kubu Raya ini memiliki banyak variannya yang semua juga akan bisa mengurangi pengangguran. Sehingga misinya sekaligus untuk generasi muda dan langkah ini sangat luar biasa bagi Pemkab Kubu Raya dan mengapresiasi Bank Indonesia karena program ini memberikan peluang percepatan dan memiliki quantum leap (lompatan jauh) yang nanti lompatannya juga bisa memperbanyak dan mempercepat transaksi serta memperbesar jumlah transaksi yang ada”, ucapnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bank Indonesia perwakilan Kalbar yang telah banyak bersinergi dan membantu Pemkab Kubu Raya dengan berbagai program kegiatan yang khususnya bagi pelaku UMKM Kubu Raya.

“Pada hari ini, kita patut bersyukur dan berbangga atas semangat kita bersama, baik dari BI, instansi pemerintah, pihak swasta dan semua steakholder secara ‘kepung bakul’ mensukseskan, mensuport dan mendukung berkembangnya UMKM di Kabupaten ke 12 Kalbar itu sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini”, kata Yusran Anizam.

Mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kubu Raya itu menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) , Kabupaten Kubu Raya cukup membahagiakan, yang mana tingkat ekonomi di Kabupaten yang mekar dari Kabupaten Mempawah pada tahun 2007 itu sejak tahun 2016 lalu menjadi yang tertinggi di Kalbar. Meski saat ini tingkat ekonomi Kubu Raya menduduki peringkat kedua setelah Kabupaten Ketapang, namun jumlah itu masih di atas provinsi dan nasional.

“Penyumbang terbesar dari PDRB Kubu Raya itu berada di sektor industri pengolahan, kemudian sektor pertanian, pekebunan, perikanan dan lain sebagainya. Yang mana di dalam industri pengolahan ini adalah industri pengolahan makanan dan minuman. Siapa pelakunya...? pelaku terbesarnya ada di UMKM Kubu Raya. Yang mana PDRB Kubu Raya mencapai Rp.23 triliun lebih, jumlah ini sangat jauh jika dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang jumlahnya Rp.1,5 triliun lebih. Karena jika hanya mengharapkan APBD, tentunya tidak akan mungkin, tapi ternyata kita memiliki modal yang berputar di Kubu Raya ini mencapai Rp.23 triliun lebih dan penyumbang terbesarnya ialah sektor industri pengolahan”, jelas Sekda Kubu Raya.

Pada peluncuran 1000 QRIS UMKM Kubu Raya ini, Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia provinsi Kalimantan Barat Jeffri Pakpahan bersama Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH di dampingi Ketua Dekranasda Kubu Raya Hj. Rosalina Muda dan Sekda Kubu Raya Yusran Anizam, S.Sos, M.Si meninjau 12 stand produk UMKM yang ditampilkan diantaranya, Perusahaan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) berizin QRIS, Dekranasda Kubu Raya, Kopi Ever Green Kampung Arang Kubu Raya, Beras Lokal Kubu Raya, Pupuk Organik, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kubu Raya, Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Kubu Raya, Kamijo, Rerejuna Craft, Wirausaha Disabilitas Aprila, Arcia Oil dan Sanggar Gatra.

Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah pimpinan perbankan, diantaranya pimpinan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalbar, pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) kantor cabang Pontianak, pimpinan Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Pontianak, pimpinan Bank Mandiri cabang Pontianak, Bank Central Asia (BCA) cabang Pontianak, pimpinan Link Aja, pimpinan Shopee P, Ketua HIMPI Kalbar, Ketua Kadin Kalbar dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kubu Raya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00