Buka Peluang Pasar UMKM, Kubu Raya Siapkan Basis Data Informasi Sistem Geospatial

KBRN, Kubu Raya : Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) Muda Mahendrawan mengatakan pihaknya akan meningkatkan sinergi dengan semua pihak untuk menciptakan jaringan pemasaran bagi UMKM dan pelaku usaha yang ada di kabupaten itu.

"Ini menjadi bentuk keseriusan kita untuk membantu UMKM bisa memasarkan produknya. Dengan banyaknya jaringan pemasaran, maka para pelaku usaha di Kubu Raya tidak perlu khawatir jika untuk pemasaran produk mereka," kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di sela kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) seri ke-3 tahun 2020 yang dilaksanakan Bank Indonesia di Gardenia Resort and Spa, Jumat (20/11/2020) pagi. 

Menurutnya, apa yang dilakukan Bank Indonesia yang memaksimalkan pemasaran UMKM di era digital saat ini tentu harus mendapat support dari banyak pihak, termasuk Pemda. Dirinya juga sangat mengapresiasi BI yang ikut membantu memasarkan produk UMKM Kubu Raya dengan melalui online karena menurutnya di era digital saat ini, pemasaran online memberikan peluang besar dalam memasarkan produk masyarakat. 

"Untuk menopang upaya percepatan atau memperluas jejaring bagi pelaku UMKM, kita telah menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan pasar bagi mereka. Komitmen ini bisa kita lihat dimana saya sudah mewajibkan kepada PNS di Kubu Raya untuk membeli beras dari petani lokal dan memberi cemilan (makanan ringan) hasil olahan UMKM Kubu Raya," tuturnya.

Bahkan, kata Muda, diruang kerjanya sendiri juga dengan bangga dirinya memamerkan produk UMKM Kubu Raya sehingga ruang kerjanya tersebut menjadi etalase UMKM. Demikian dengan area masuk aula Kubu Raya juga saat ini sudah dijadikan sebagai etalase produk UMKM sehingga setiap tamu yang datang bisa melihat dan belanja langsung produk UMKM Kubu Raya.

"Dengan pemanfaatan teknologi digital, kita juga bisa mengetahui jejak mereka dalam bertransaksi, dari mana saja konsumennya, dan berapa besar mereka sudah bisa memasarkan produk. Ini juga sangat luar biasa, sehingga hari ini kami dapat kesempatan juga untuk ikut berkontribusi dalam agenda ini tentu bagi Kubu Raya peluang ini sangat baik untuk menopang ekonomi masyarakat dan mengurangi pengangguran," tuturnya.

Dirinya berharap para generasi muda yang lekat dengan dunia digital dituntut untuk melakukan inisiatif dan kreasi yang sifatnya dapat bisa memunculkan inisiatif dan kreasi yang bisa dijual dan menjadi daya tarik bagi pasar global. Meski hanya produk lokal, namun bisa go internasional.

“Itu Saya kira tidak terlalu sulit untuk saat ini karena semua sudah bisa mengakses pasar online, selain itu, Kubu Raya saat ini juga sedang membuat sistem data informasi berbasis geospatial. Sehingga kedepannya semua pihak bisa melihat dan mengakses sebarannya. Dari desa mana saja produknya, produk yang dihasilkan apa saja dan berapa jumlah produksinya. Karena semua itu sudah ada by name, by address dan koordinatnya. Sehingga dengan program ini akan memudahkan bagi masyarakat untuk bisa menghubungi pelaku UMKM tersebut karena akan terdata nomor telfon dan celullernya. Sehingga dari daerah maupun negara manapun bisa langsung mengaksesnya. Misalnya ada produksi anyaman atau produksi makanan lainnya baik dari Batu Ampat maupun kecamatan lainnya di Kubu Raya, semua orang bisa langsung terhubung dan mengaksesnya”, ujarnya.

Bupati menambahkan, dengan adanya sistem data informasi berbasis geospatial nantinya akan membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh daerah bisa langsung bergerak dan mempercepat prosesnya. Sehingga skema-skema yang dibangun Bank Indonesia ini merupakan dari sistem ‘Kepung Bakul’ yang diterapkan di Kubu Raya dalam mmepercepat program pembangunan, karena di hulu hingga hilirnya sudah difikirkan.

“Yang mana hilir hulunya itu bagaimana bahan baku dari pertanian, perikanan pertenakan dan berbagai serat alam. Selain itu skema yang dilakukan Bank Indonesia ini juga sudah memikirkan bagaimana permodalan, akses pasar. Karena pasar inilah yang sangat menentukan, sebab jika pasar ini tidak ada, maka suatu dan jejaringnya akan berat diproduksi terus. Untuk itu pasar inilah yang perlu kita kepung sama-sama”, paparnya.

Bupati menuturkan, untuk di lokal, Kubu Raya sudah menerapkan secara kebijakan agar bagaimana keberpihakan itu dari birokrasi, ASN maupun lainnya dulu yang memulainya. Dirinya mencontohkan seperti makanan cemilan ringan itu semua wajib beli di galeri UMKM yang berada di pintu masuk kantor bupati Kubu Raya, termasuk juga beras lokal dan lainnya.

“Saya kira inilah cara kita untuk mempertahankan sepaya pelaku UMKM ini bisa bertahan dengan pasar yang ada. Selain itu tinggal pengembangannya seperti apa yang sedang dilakukan saat ini, seperti kerajinan-kerajinan maupun pelatihan tenun dan kerajinan dari anyaman serat alam dan sebagainya”, tuturnya.

Saat ditanya terkait persaingan dengan produk industri, Bupati mengaskan, dengan adanya KKI ini bukan mengancam bagi pelaku UMKM jutru memberikan peluang bagaimana bisa membuat pihak dari luar itu bisa langsung bertransaksi dengan pelaku UMKM itu sendiri.

“Kalau itu sudah bisa kita lakukan, maka kita harus membentenginya dengan cara ketika kita sudah membuka aksesnya, maka kita harus mempekuat dengan sistem informasi data yang berbasis ruang, supaya orang bisa lebih yakin dan berintegritas, sehingga akhirnya dengan cara itu, kita bisa memangkas dan melipat ruang dan waktu. Sehingga orang akan merasa lebih puas, karena langsung dari tempat sumber di mana produk itu dilakukan”, pungkasnya.

Kegiatan yang dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Agus Chusaini, Asisten II bidang perekonomian provinsi Kalbar Drs. Junaidi, M.M mewakili Gubernur Kalbar, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya Norasari Arani ini juga diberikan apresiasi dari Ketua Dekransda Pusat Tri Tito Karnavian kepada Kelompok Pengrajin Tenun Desa Sumber Harapan yang diwakili Budiana dan Nani, UMKM Binaan BI perwakilan Kalbar. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00