Dukung Program Mendes PDTT, Kubu Raya Kembali Masifkan Pembuatan Masker Kain Melalui Konveksi

KBRN, Kubu Raya : Bupati Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) Muda Mahendrawan menyatakan pihaknya mendukung penuh gerakan setengah miliar masker untuk program Desa Aman COVID-19 yang dicanangkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

"Ini sejalan dengan apa yang telah kita lakukan di Kubu Raya dimana sejak bulan Maret 2020 lalu, dimana kami menggerakkan setiap rumah konveksi yang ada untuk pengadaan masker bagi masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Kubu Raya dan Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada 150 ribu masker kain hasil jahitan ibu-ibu konveksi yang kita bagikan kepada masyarakat" kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat meninjau bulan Vitamin A di Puskesmas Sungai Kakap, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, program tersebut dinilai memberikan dampak cukup besar, selain untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyebaran COVID-19, program tersebut juga bisa menghidupkan perekonomian masyarakat, dimana setiap rumah konveksi yang ada bisa mendapatkan penghasilan dari produksi masker tersebut.

"Sejak setahun lalu, kita sudah memaksimalkan pembentukan rumah konveksi dengan melibatkan para ibu disetiap wilayah yang ada di desa dan Kecamatan untuk pembuatan seragam sekolah di Kubu Raya. Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada 10 konveksi dan beberapa Penjahit yang terbentuk yang ada di sejumlah Kecamatan dan desa. Yang mana keberadaan rumah konveksi tersebut juga kita maksimalkan untuk memproduksi masker kain, sehingga program Menteri Desa ini sangat jelas kebermanfaatannya," tuturnya.

Mantan Bupati Kubu Raya pertama priode 2009-2014 itu menilai, dalam keadaan negeri sedang upnormal saat sekarang ini, justru langkah seperti inilah yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat, kalau pemerintah ini hadir. Walaupun tidak harus berbentuk fisik tapi bisa dalam bentuk kebijakan dan langkah-langkah nyata yang bisa dilakukan. Untuk itu, disaat sulit akibat wabah Covid-19 atau virus corona saat ini, dirinya berkomitmen untuk tetap memperkuat perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan memberdayakan koperasi konveksi lokal dan ibu-ibu penjahit lainnya. Ia menyatakan telah meminta kepada semua warga yang pandai menjahit untuk membuat masker. 

“Sebelumnya saya juga sudah umumkan ke semua ibu-ibu yang pandai jahit untuk bikin masker, yang mana masker-masker hasil jahitan ibu ibu Kubu Raya ini saya beli dengan harga wajar dan bukan harga komersil karena Gerakan ini juga sebagai bentuk dedikasi dan komitmen ibu-ibu para penjahit untuk ikut terlibat sebagai bagian dari solusi dalam kondisi pandemi covid19 dimana masker jadi sangat sulit didapat dan kalau pun ada harga nya jadi sangat mahal sehingga kasihan warga yang belum bisa mendapatkannya", jelasnya.

Pencetus slogan dari Kubu Raya Untuk Indonesia itu menegaskan, saat ini siapapun yang pandai menjahit meskipun tidak tergabung dengan konveksi tetap akan diserap masker hasil produksinya. Sebab masyarakat masih sangat membutuhkan. Mengingat saat ini masker produksi pabrik terbatas, makanya dirinya berusaha memberdayakan ibu-ibu untuk memproduksinya.

"Dalam kondisi sulit seperti ini kita tidak boleh berhenti berpikir dan tidak boleh berfikir stagnan dan harus berfikir produktif untuk kepentingan orang banyak", paparnya.

Muda menambahkan, pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan juga sudah dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten, Kecamatan, dan Desa dengan melakukan penertiban atas ketaatan untuk memenuhi protokol kesehatan dengan berpedoman pada perbup yang sudah dibuat Kubu Raya sejak bulan Juni lalu.

"Nanti saya akan minta laporan dari semua hasil pembinaan dan pengawasan yang telah dilakukan, mulai dari Desa, Kecamatan sampai Kabupaten. Jika ada kegiatan yang tidak memenuhi protokol kesehatan, saya mengharapkan Satpol PP segera bersinergi dengan penegak hukum agar dapat menghentikan dan membubarkan kegiatan tersebut," tuturnya.

Dia juga menyampaikan, juknisnya sebentar lagi akan selesai karena dihimpun dari semua OPD terkait termasuk mendengarkan masukan dari semua anggota gugus tugas kabupaten juga forkopimda kabupaten (TNI, Kepolisian dan Kejaksaan) juga dengan memperhatikan berbagai kearifan lokal serta relasi sosial budaya yang berlaku di masyarakat. 

"Misalnya bidang usaha ke pariwisataan hotel restoran atau tempat hiburan atau obyek wisata di berbagai desa maka mengikuti standar pendekatan untuk sektor pariwisata, ini semua agar di era new normal ini kegiatan ekonomi sosial tetap berjalan agar masyarakat tetap produktif dan ekonomi dapat bergerak dan dipulihkan namun masyarakat tetap tak lengah dan selalu peka waspada dengan memperkuat kebiasaan baru untuk saling menjaga dan melindungi dari penularan di tengah pandemi wabah covid ini", pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam rangka mewujudkan Desa Aman COVID-19, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyelenggarakan "Gerakan Setengah Miliar Masker". 

Dalam surat himbauan yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa tersebut di tegaskan bahwa kepala desa wajib melakukan pengadaan masker kain yang bisa dicuci sebanyak 4 buah setiap warga, 2 masker diadakan dengan dana desa melalui Bumdes, sedangkan 2 masker lainnya melalui swadaya warga yang mampu (gotong royong). 

Desain masker berlogo ulang tahun ke-75 Republik Indonesia sebagaimana tertampir dapat diunduh di www.kemendesa.go.id. Kemudian, untuk proses distribusi dan sosialisasi masker dilaksanakan dari rumah ke rumah oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00