BI Perwakilan Kalbar Apresiasi Terobosan Pengelolaan Dana Desa Sistem Non Tunai CMS di Kubu Raya

KBRN, Kubu Raya : Pengelolaan Keuangan Desa melalui sistem non tunai yang diterapkan seluruh (118) Desa di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui aplikasi Cash Managmen System (CMS) Bank Kalbar mendapatkan apreasiasi dari Bank Indonesia Perwakilan Kalbar.

Untuk mengetahui penerapan pengelolaan keuangan desa dengan sistem non tunai, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar bersama Bank Pembanguan Daerah (Bank Kalbar) berkunjung ke Kantor Bupati Kubu Raya. Kedatangan rombongan dari Bank Indonesia inipun langsung disambut Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH bersama Kepala Bappeda Amini Maros dan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Heri Supriyanto.

Manager Unit Pengawasan SP, PUR dan KI (UPSPURKI) Kantor perwakilan Bank Indonesia provinsi Kalbar Neng Sri Banonjaya sangat mengapresiasi kebijakan dan inovasi yang dilakukan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan membentengi Kepala Desa dalam pengelolaan keuangan desa. Yang mana belum dua tahun, semua desa di Kabupaten itu sudah menerapkan pengelolaan keuangan desa dengan sistem non tunai. 

"Kunjungan kami dari Bank Indonesia di Kabupaten Kubu Raya ini sangat mengapresiasi inovasi Bupati Kubu Raya yang menerapkan pembayaran non tunai secara digitalisasi melalui aplikasi CMS Bank Kalbar kepada masyarakat desa dengan bantuan desanya. Yang awalnya masih banyak kendala yang dihadapi dalam penyaluran bantuan desanya, namun dengan inovasi yang dilakukan Bupati Muda Mahendrawan semua kendala yang dihadapi desa itu sudah mulai berkurang”, ungkap Manager Unit Pengawasan SP, PUR dan KI (UPSPURKI) Kantor perwakilan bank Indonesia provinsi Kalbar Neng Sri Banonjaya saat berkujung ke Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (30/7/2020).

Sri menuturkan, memang awalnya Kubu Raya menjadikan 28 desa sebagai pilot project penerapan pengelolaan keuangan desa secara non tunai, namun berjalannya waktu, sampai saat ini sudah semua (118) desa di Kubu Raya yang sudah menerapakan sistem non tunai melalui aplikasi CMS. Menurutnya kemampuan Bupati Kubu Raya dalam membentengi dan memberikan pemahaman kepada Kepala Desa sangat luar biasa, karena dalam waktu 10 bulan, tepatnya per tanggal 1 Januari 2020 pasca dilantik sebagai Bupati Kubu Raya pada 17 februari 2019 lalu, semua desa sudah menerapkan sistem non tunai ini.

“Kami mengapresiasi terobosan non tunainya pak Bupati Muda Mahendrawan ini, karena Bank Indonesia itu memang satu diantaranya tugasnya untuk melihat masyarakat itu memperluas dan mempercepat digitalisasi daerah. Satu diantaranya bagaimana Pemerintah Kabupaten Kubu Raya ikut berpartisipasi dan tentunya bisa langsung ke realisasi bagaimana masyarakat yang berada di pedesaan sudah melek digital. Sehingga mereka juga sudah memahami non tunai itu seperti apa dan kemudahan-kemudahannya seperti apa. Kemudian dampak yang positif juga bisa dirasakan langsung masyarakat”, tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, penerapan sistem non tunai sangat luar biasa dan Pemkab Kubu Raya akan lebih memaksimalkan lagi dalam penerapannya dan jika terbosan ini terkawal dengan program Bank Indonesia dalam konteks mempercepat dan menjangkau masyarakat untuk bisa membuat digitalisasi sistem pembayaran keuangan dan inklusi keuangan, maka akan membuat pengendalian dari banyak hal.

“Mudah-mudahan dengan produk kita yang saat ini sudah berjalan, setiap desa mulai dari tata kelola keuangannya sudah lebih baik, maka masyarakat juga secara otomatis akan terbiasa dengan cara digital, yang pada akhirnya hal ini juga kakan membuat pergerakan ekonomi desa seperti UKM dan produk lainnya di desa akan menjadi fondasi ekonomi kita yang lebih dominan juga akan berdampak langsung. Sehingga kerjasama ini dapat disupport dengan pola-pola yang akan lebih memberikan kebiasaan dalam pembayaran non tunai”, kata Bupati.    

Bupati menjelaskan, jika mengikuti tuntutan zaman, maka seluruh jajaran sampai ke desa harus menggunakan jurus ‘kepong bakol’ untuk bisa mendigitalisasikan kebiasaan masyarakat untuk ikut pola-pola seperti ini, agar segala sesuatunya itu akan lebih aman dan akan merasa tenang yang pada akhirnya kecepatan-kecepatan dalam transaksipun akan terjadi.

“Sehingga dengan cara itu akan adanya trase dan inisiatif-inisiatif terbaik masyarakat akhirnya akan banyak muncul. Sehingga kreatifitas-kratifitas dalam olahan makanan maupun kerajinan tangan dan produk unggulan yang bisa dimaksimalkan termasuk juga wisata desa yang memiliki dampak luas terhadap desa itu bisa didorong akan membuat partisipasi masyarakat juga akan lebih meningkat”, pungkasnya.

Usai berdiskusi, rombongan Bank Indonesia inipun meliihat langsung aneka produk UMKM dan kerajianan tangan yang di pajang di Galeri Dekranasda dan Geleri UMKM yang berada tepat di pintu keluar Kantor Bupati Kubu Raya. Dalam kunjungannya, rombongan Bank Indonesia inipun membeli produk kerajinan tangan, makanan olahan masyarakat dan beberapa karung beras lokal Kubu Raya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00