4 Sub Penyalur BBM di Kubu Raya, Kepala BPH Migas Apresiasi Gagasan Model Gerakan ‘Kepong Bakol’ Bupati Muda

KBRN, Kubu Raya : Kepala Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Franshurullah Asa mengapresiasi inovasi yang dilakukan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dalam atas inovasi pelayanan yang dilakukan dalam membangun jaringan sub penyalur BBM kepada masyarakat. Mengingat Kubu Raya merupakan satu-satunya di Kalimantan yang telah melakukan terobosan dengan membentuk empat sub penyalur BBM bagi daerah perairan dan terpencil untuk menjamin harga BBM tetap terjangkau. 

“Saya sangat bangga dan apresiasi inovasi dan terobosan yang dilakukan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dengan ide sistem ‘kepong bakolnya’ yang melibatkan semua komponen masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi, sehingga Kubu Raya saat ini sudah memiliki empat sub penyalur BBM yang ada di empat desa, diantaranya Desa Batu Ampar Kecamatan Batu Ampar, Desa Padang Tikar Kecamatan Batu Ampar, Desa Tanjung Saleh Kecamatan Sungai Kakap dan Desa Kubu Kecamatan Kubu”, kata Kepala BPH Migas Dr. Ir. M. Franshurullah Asa, MT dalam kunjungan kerja dan audiensinya bersama Komisi VII DPR RI di Kabupaten Kubu Raya, Rabu (29/7/2020) petang.

Franshurullah menambahkan, sampai saat ini, di Indonesia baru ada 133 sub penyalur BBM dan empat diantaranya berada di Kubu Raya. Untuk itu, dirinya sangat mengharapkan Kepala Daerah lainnya bisa mengikuti jejak Bupati Muda Mahendrawan. Makanya dirinya pasti datang jika kunjungan kerja Komisi VII dilakukan di Kubu Raya. Dirinya menilai, Pemimpin itu tidak hanya di meja saja, namun paling banyak di lapangan, karena jika pemimpin itu jarang ke lapangan, maka pemimpin itu tidak akan pernah tahu apa yang diinginkan masyarakatnya.

“Bahasa ‘Kepong Bakol’ Pak Bupati Muda ini sudah sangat familiar di hati dan lisan masyarakatnya, karena bahasa yang digunakan pak Bupati Muda ini memakai istilah bahasa melayu yang melekat langsung ke rakyat. Saya pertama kali mendengarnya saja sudah sungguh luar biasa ide ini, karena melibatkan seluruh komponen masyarakat”, tuturnya sambil memuji.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, adanya kunjungan kerja dari Kepala BPH Migas bersama Komisi VII DPR RI ini sekaligus untuk memastikan pengawalan dan pengawasan terhadap kepercayaan yang telah diberikan dengan empat Sub Penyalur BBM itu dan ini merupakan peluang bagi masyarakat karena ini terobosan dari BPH Migas.

“Terobosan yang dilakukan BPH Migas ini sudah benar-benar mendarat ke sasaran ke desa-desa. Karena selama ini penyaluran minyak itu banyak yang tidak ada legalitasnya untuk bisa menjamin ketersediaan BBM. Sehingga dengan Sub Penyalur BBM ini, tentunya sangat baik dan membantu sekali bagi nelayan, petani, pedagang keliling dan semua yang sifatnya produktif itu harus diutamakan”, kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.

Bupati Muda menegaskan, dengan langkah yang sudah dilakukan ini, Pemkab Kubu Raya akan terus berusaha agar permasalahan ketersediaan BBM itu jangan sampai terlalu banyak terjadi penyimpangan. Untuk mengatasi semua itu, satu diantaranya caranya yaitu dengan data dan informasi serta pola-pola yang bisa dikontrol dengan lebih efektif.

“Makanya sektor digitalisasipun akan kami upayakan juga untuk bagaimana cara agar bisa mengontrol dengan efektif di sub-sub penyalur BBM. Artinya, ketika Sub Penyalur itu akan mengambil minyak dari SPBU yang ada dan kemudian dimasukan ke sub penyalur, jangan sampai terjadinya pengurangan dan sebagainya. Sehingga kuota BBM masyarakat di Desa itu benar-benar terpenuhi”, pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00