Teken MoU, Pemkab Kubu Raya Mengajak Semua Ikut Tanggung Jawab 'Kepong Bakol' Perkuat Pelayanan Publik

KBRN, Kubu Raya : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) terus berupaya mensukseskan berbagai program pembangunan di segala sektor, satu diantaranya melakukan Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama PT. Taspen Persero, PT. Pegadaian Persero, Yayasan inisiatif dagang hijau, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalbar.

Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama yang berlangsung di aula Kantor Bupati Kubu Raya itu merupakan tindak lanjut guna memperkuat kerjasama antar instansi vertikal, Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) dan Non Governmnet Organization (NGO) yang selama ini sudah berjalan dengan baik.

Adapun fokus dalam Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama itu diantaranya, untuk Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) terkait pembelian Beras Lokal petani Kubu Raya, Yayasan inisiatif dagang hijau tentang Percepatan pelaksanaan rencana pertumbuhan hijau, PT. TASPEN (Persero) tentang penyelenggara jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi pegawai non aparatur sipil negara, PT. Pegadaian (Persero) dengan Pemkab Kubu Raya tentang iklusi keuangan kepada aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Kubu Raya melalui tabungan emas pegadaian dan DJP Kalbar terkait pelaksanaan program Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP) dalam penyelenggaraan perizinan dan non perizinan di Kabupaten termuda di Kalbar itu.

 

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan bersyukur dengan kerjasama selama ini terjalin, karena semua pihak bisa bersama-sama mengejar arah untuk bisa membuka peluang-peluang kepada masyarakat, terutama dari semua sisi sektor yang dikerjakan. Yang mana semua itu arahnya mendarat ke peningkatan kehidupan masyarakat dalam memberikan pelayanan.

 

“Karena Pemerintah itu ada tujuannya membuka peluang-peluang kepada rakyatnya dan tentu semua elemen juga sama menjadikan masyarakat sebagai tanggung jawab bersama. Dengan Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama diharapkan bisa memperkuat tekad kita untuk bertanggung jawab dalam menjalankan praktek bernegara, berbangsa dan tentunya semua ini merupakan bagian dari arah kita yang kita lakukan saat ini sebagai upaya untuk menyatukan persepsi, langkah yang kita kejar bersama. Sehingga akhirnya semua itu serangannya bisa benar-benar lebih mantap, fokus dan terukur, karena yang kita serang itu adalah keterbelakangan masyarakat, akses yang tertutup, namun bagaimana kita bisa menyelesaikan permasalahan ini dan itulah yang sebenarnya tujuan kita bernegara”, ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH di sela Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama di aula Kantor Bupati, Rabu (29/7/2020).

 

Bupati menambahkan, Kubu Raya yang baru berjalan 13 tahun ini, memiliki banyak tantangan yang membuat Pemerintah Daerah memiliki tantangan untuk membuat supaya semua bisa ‘kepong bakol’ (keroyokan) dalam menggerakan semua yang berpotensi, termasuklah institusi-institusi, baik itu pemerintah daerah , BUMN, swasta, NGO, kelompok masyarakat, dan semua komunitas harus bergerak menjadi satu kekuatan untuk bisa mengejar tujuan yang akan dicapai, yaitu kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.

 

“Dengan terjalinnya kesepakatan baik bersama, KTNA, Pegadaian, Taspen, Yayasan inisiatif dagang hijau dan DJP Kalbar, tentu banyak hal yang kedepannya kita akan lebih bersinergi dalam memberikan pelayanan ke masyarakat dan menghasilkan langkah-langkah dan inovasi yang lainnya serta kebijakan untuk sama-sama kita perkuar agar ada ketenangan dan jauh dari kecemasan untuk hal-hal yang bisa kita maksimalkan baik ASN maupun non ASN yang tujuan akhirnya juga bermuara pada pelayanan masyarakat”, ucapnya.

 

Bupati Menuturkan, letak geografis Kubu Raya yang berada di interland Kota Pontianak yang sebagian besarnya daerah pesisir dengan jumlah penduduk 607 ribu jiwa dan 170 ribu rumah tangga yang tersebar di 118 Desa dan 9 Kecamatan ini memang kondisinya masih terdapat pergeseran urbaniasasi dalam beberapa tahun sebelumnya.

 

“Tentu kondisi inilah yang sebenarnya yang ingin kita kejar supaya semuanya jangan terbius mengejar ke perkotaan. Makanya Kubu Raya membangun paradigma bahwa desa adalah masa depan dan pembangunan Kubu Raya itu dimulai dari desa, karena sumber pangan itu berasal dari pedesaan, karena selama ini Kubu Raya menduplay 65 persen hasil buminya ke Kota Pontianak, mulai dari pangan, jagung, sayur-mayur, buah-buahan, ikan, udang, pertenakan, telur dan sebagainya itu merupakan pasar yang luar biasa”, tuturnya.

Bupati menjelasnya, dikarenakan sumber-sumber itu semuanya produktivitasnya dari pedesaan yang justru harus dimaksimalkan. Langkah ini harus dilakukan untuk menghindari terjadinya hegemoni (penguasaan lahan) dikarenakan kondisi desa tidak tidak terlalu ramai.

“Untuk itu kita berharap, langkah-langkah kita bagimana memaksimalkan pertanian pangan, karena saat ini kita sedang dalam konndisi perang pangan. Untuk menghadapi peperangan ini, Kubu Raya dari sejak saya menjabat Bupati Kubu Raya pertama dulu (2009-2014) Kubu Raya menjadikan pangan sebagai panglima perang. Alhamdulillah, di masa pendemi, Kubu Raya tidak terlalu kesulitan dalam mengatasi ketersediaan beras. Karena kita yakin, kalau pangan kuat perdesa masing-masing, maka kita tidak akan pernah mengalami defisit pangan”, pungkasnya.  

Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama ini juga disaksiksikan langsung Sekda Kubu Raya Yusran Anizam, S. Sos. M.Si, Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Suharso, Pimpinan OPD dan ASN di jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00