OJK Kalbar : Pelaku UMKM, Dominasi Restrukturisasi Kredit Terdampak Covid-19

KBRN, Pontianak : Hasil pertemuan secara vertual antara Otoritas Jasa Keuangan-OJK Kalimantan Barat dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan dari Real Estate Indonesia (REI) Kalbar secara umum menyinggung tentang aturan dan prosedural pencairan kredit.

“Untuk perizinan sendiri tentu bukan wewenang OJK, sehingga OJK akan mengarahkan ke pemerintahan”, ungkap Kepala OJK Kalimantan Barat Mohammad Riezky F. Purnomo di Pontianak, Kamis (10/7/2020).

 Dalam hal ini OJK memiliki kewengan terkait pencairan kredit, terutama melalui perbankan, karena sebagaian besar para pengusaha memberikan masukan tentang pencarian kredit agar jika ada kebijakan dapat dipertemukan dengan sektor riil dan pengusaha.

“Jangan tiba-tiba keluar kebijakan yang sebenarnya tean-teman pengusaha itu belum memerlukan atau nanti efeknya tidak terlalu besar, misalnya restrukturisai itu banyak yang tidak bisa mendapatkan, karena ternyata persyaratnnya salah satunya adalah harus terdampak, kedua harus yang sifatnya investasi bukan kredit konsumsi, kemudian harus yang pendapatannya informal”, jelasnya.

Kepala OJK Kalbar ini optimis, berbagai masukan tersebut ditujukan agar jika ada kebijakan-kebijakan dapat lebih mengikutsertakan dari kalangan pengusaha. Lebih lanjut Moh Riezky menjelaskan, kebijakan OJK sendiri yang pertama kali adalah restrukturisasi kredit yang sebenarnya sudah cukup banyak yang memanfaatkannya.

Otoritas Jasa Keuangan mencatat total restrukturisasi kredit yang terdampak Covid-19 untuk seluruh perbankan dan perusahaan pembiayaan di Kalimantan Barat  sebanyak 33.541 debitur dengan total kredit Rp4.679.000.000.000,00

“Jika kita dirinci lagi dari jumlah debitur tersebut, 29.394 diantaranya merupakan pelaku UMKM dan non UMKM nya hanya sekitar 4.000 an debitur. Dan dari 29 ribu 394 debitur itu sebesar Rp3.804.000.000.000,00 baki debetnya, artinya banyak dimanfaatkan oleh UMKM, yaitu dari 33.541 debitur, 29.394 debitur diantaranya UMKM”, pungkasnya. (Hermanta)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00