Harga Komoditas Kebutuhan Pokok Terpantau Stabil

KBRN, Pontianak ; Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak yang terdiri dari Sekda, Bappeda, Diskopdag, Distanak, dan Bank Indonesia menjnjau langsung harga komoditas kebutuhan pokok di Pasar Flamboyan dan Teratai, Kamis (9/7).  Peninjauan ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilisasi harga tetap terkendali sekaligus memantau ketersediaan kebutuhan pokok untuk beberapa bulan ke depan.

“Hasil sidak di dua pasar tradisional tersebut menunjukkan penurunan harga ayam yang relatit tidak terlalu berbeda mengingat harga ayam sempat melonjak naik beberapa waktu lalu”,jelasnya.

Namun, ia menganjurkan kepada masyarakat agar lebih selektif Ketika mengecek harga ayam pasalnya harga antara satu lapak dagang dengan lapak lainnya menjual ayam dengan harga yang bervariasi.

“Ayam utuh yang masih berbulu harga jualnya dipatok di kisaran Rp 29.000,- sampai Rp 32.000,- per kilogram. Sementara ayam bersih tanpa bulu dijual dari harga Rp 32.000,- hingga Rp 36.000,- per kilogram. Harga rata-rata telur di dua pasar tadi sama yakni di kisaran Rp 1.650,- per butir. Bawang putih dijual dari harga Rp 14.000,- sampai Rp 16.000,- , Kemudian bawang putih masih di kisaran Rp. 32.000,- hingga Rp 36.000,- perkilogram”, paparnya.

Selain harga daging ayam ras, sapi, dan telur terkendali, komoditas bahan pangan lainnya seperti sayur-sayuran dan ikan pun terpantau stabil. Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Kota Pontianak, HM Bintoro yang menilai pengawasan stabilisasi harga komoditi bahan pokok ini sangat penting untuk menekan laju inflasi yang bisa terjadi kapan saja.  

“Yang jelas kami rutin mengontrol harga komoditas pangan di Kota Pontianak, supaya tidak terjadi ketimpangan harga. Apalagi sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H sehingga ketersediaan kebutuhan pokok harus di cek”, imbuhnya.

Kendati demikian, terkait penerapan protokol Kesehatan di pasar tradisional nyatanya masih banyak dijumpai masyarakat yang tidak memakai masker baik penjual maupun konsumen. Padahal hampir seluruh pihak pengelola pasar telah menyediakan fasilitas kebersihan seperti wastafel atau tempat  cuci tangan bahkan meletakkan bilik disinfektan di depan pintu masuk pasar.

Hingga saat ini perkembangan Covid-19 di Kota Pontianak memang belum mengalami peningkatan kasus dan cenderung menurun terlihat dari 111 orang pasien sembuh dan 2 orang pasien masih dirawat. Namun, Pemerintah Kota Pontianak mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gelombang kedua Covid-19. (Kiki)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00