Geliat Pertanian Kubu Raya di Tengah Pandemi, Petani Desa Rasau Jaya Satu Hasilkan 5,3 Ton Padi

KBRN, Kubu Raya : Petani di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) sukses menggelar panen padi perdana di atas lahan seluas 7 hektar dan 1 hektar lahan demoplot dari CV. Ladang Ponti.

Kegiatan panen perdana demplot padi tersebut diselenggarakan di TR. 7 dilahan Kelompok Tani Krida Karya yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Makarti Mukti Tama Desa Rasau Jaya Satu.

Panen padi gadu di tengah pandemi Covid-19 itu berlangsung pukul 09.00 wiba menggunakan Combine Harvester yang dilakukan kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Gandhi Satyagraha dan sejumlah Kelompak tani yang dilakukan secara bergantian dan tetap mengikuti protokol kesehatan yang mana setiap petani harus menggunakan masker dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan panen padi. 

Ketua Kelompok Tani Krida Karya Bujang Supianto mengatakan, dari hasil panen padi yang dilakukan hari ini diperkirakan menghasilkan kurang lebih 5,3 Ton gabah kering dan pengelolaan lahan pertanian ini dimulai menanam sampai panen saat ini melibatkan 11 petani yang ada di Desa Rasau Jaya Satu.

“Mengingat saat ini kondisi cuaca saat ini tidak bisa diprediksikan, jadi tidak semua petani yang tergabung dalam kelompok tani Krida Karya bisa turun untuk menanam dan memanen padi. Meski demikian saya bersama petani lainnya merasa sangat senang sekali dengan hasil tanam padi yang kami gelar hari ini”, ungkap Ketua Kelompok Tani Krida Karya Bujang Supianto di sela kegiatan panen padi gadu di TR. 7 Desa Rasau Jaya Satu Kecamatan Rasau Jaya, Senin (6/7/2020).

Bujang menuturkan, untuk menunjang peningkatan hasil pertanian, petani diirinya bersama petani laiinnya mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya agar dapat membantu pengadaan mesin perontok padi. Karena mesin yang digunakan saat ini pihaknya harus meminjam dengan kelompok tani lainnya.

“Selain pengadaan mesin perontok padi, kita juga meminta kepada Pemerintah Daerah agar juga dapat memberikan pupuk dan obat untuk pembasmi hama, karena belajar dari hasil panen sebelumnya, banyak lahan petani yang terserang hama, sehingga hasilnya juga tidak sesuai dengan luasan lahan pertanian padi”, pintanya. 

Adanya larangan membakar lahan untuk membuka pertanian, diakui Bujang menjadi kendala dalam melakukan penanaman, karena menurutnya proses penanaman dengan cara membakar akan lebih cepat dilakukan. Meski demikian dirinya bersama petani lainnya berusaha melakukan tanam padi dengan cara tidak membakar dan ini juga sudah menjadi instruksi Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Gandhi Satyagraha menjelaskan, untuk di Kecamatan Rasau Jaya, saat ini sudah terdapat 118 Kelompok tani yang tersebar di 7 Gapoktan. Untuk kegiatan budi daya di Kecamatan Rasau saat ini terdapat dua aktivitas diantaranya terkait dengan tanaman pangan yang terdiri dari padi, jagung dan kedelai, kemudian tanaman hltokultura.

“Untuk tanaman holtikultura di Kabupaten Kubu Raya, memang Kecamatan Rasau Jaya sudah cukup terkenal, mengingat perkembangan tanaman holti di Kecamatan ini sampai saat ini sudah sangat pesat sekali. Karena kalau bicara jagung, Kecamatan Rasau Jayalah bagian dari kontributor besar di Kabupaten Kubu Raya”, ucapnya.

Gandhi menjelaskan, kegiatan panen padi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah untuk memotivasi para petani agar dapat pada panen padi kedepannya hasilnya bisa lebih meningkat lagi dan lebih bersemangat untuk menanam padi. Karena program kemandirian pangan di Kubu Raya ini sudah menjadi keharusan. Kondisi ini terbukti, karena sektor yang paling bisa bertahan di masa pandemi Covid-19 saat ini ialah sektor pertanian dan ini juga sudah menjadi program unggulan bapak Bupati yaitu Beras lokal.

“Saat ini kita sudah mulai perang pangan, makanya pak Bupati sering menyampaikan kalau Kubu Raya akan manjadikan pangan sebagai panglima. Kondisi ini juga didukung dengan luasan lahan pertanian kita dan Kubu Raya merupakan pemasok pangan terbesar nomor dua di Kalimanatan Barat setelah Kabupaten Sambas. Tentunya capaian hasil pertanian ini perlu kita maksimalkan lagi ke depannya”, pintanya.

Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Kubu Raya itu menyampaikan, sektor pertanian menjadi skala prioritas baik di tingkat nasional sampai ke tingkat daerah, makanya petani merupakan pejuang pangan bagi daerah. Bahkan Bupati Kubu Raya sudah memberikan porsi yang cukup besar bagi produksi tanaman padi untuk mendukung prorgam beras lokal Kubu Raya.

“Kegiatan lain bisa saja terhenti, namun masalah pangan tidak boleh sampai terhenti. Saya juga meminta kepada petani, untuk mematuhi aturan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena kondisi ini sangat berisiko besar bagi daerah ini. Terkait dengan pengadaan mesin perontok padi dan hand tractor, saya minta kepada kelompok tani dan Gapoktan untuk segera menyampaikan proposalnya, karena seluruh kegiatan yang berkaitan dengan permohonan yang disampaikan dari Poktan maupun Gapoktan haruslah berbasis proposal dan saya tunggu minggu depan proposalnya sudah masuk. Sedangkan untuk pengadaan pupuk, karena kita masih dalam keterbatasan pembiayaan, tentunya kami akan mencari jalan keluarnya dan seandainya ada pembiayaan dari APBN maupun APBD Provinsi tentu kita akan segera menyalurkannya”, pungkas Gandhi.

Kegiatan panen padi ini juga di hadiri Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan (mewakili Bupati Kubu Raya) Lugito Suharno, Waka Polres Kubu Raya Kompol Amin Siddiq, mewakili Danramil 1207/BS, Serda Budiono, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kubu Raya Heri Supriyanto, Camat Rasau Jaya Sutomo dan mewakili Kapolsek Rasau Jaya Iptu Wagiman.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00