Harganas 2020, Kubu Raya ‘Kepong Bakol’ Wujudkan Keluarga Sehat, Terencana dan Berkualitas

KBRN, Kubu Raya : Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP3KB) bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) melakukan gerakan mempercepat program KB dengan pelayanan KB sejuta akseptor yang dilakukan serentak di 20 Puskesmas yang tersebar di 9 Kecamatan di Kabupaten itu yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). 

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyampaikan, kegiatan ini bertujuan sebagai upaya untuk mewujudkan keluaraga sehat, terencana dan berkualitas karena peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter dan menentukan kualitas bangsa dan keluarga yang sejahtera juga turut membantu dalam mewujudkan visi Kabupaten Kubu Raya yang Bahagia, Bermartabat, Terdepan, Berkualiatas dan Relegius.

“Kami dari Pemerintah Kubu Raya akan 'kepong bakol' (kerja sistem keroyokan bersama) dan berkomitmen untuk selalu mengawal ibu-ibu di seluruh wilayah Kubu Raya di 169.000 rumah tangga yang tersebar di 118 Desa dan 9 Kecamatan. Mengapa saya katakan hal ini, karena semua pemimpin itu sejatinya memiliki tanggung jawab dari mulai anak dalam kandungan sampai masuk ke liang lahat. Jadi dari anak masih dalam kandungan, saya sudah merasa memiliki tanggungjawab. Karena anak dalam kandungan itu sudah memiliki kehidupan dan mempunyai hak untuk lahir dengan sehat. Adanya Kabupaten Kubu Raya inipun yang paling utama diurus itu rumah tangga-rumah tangga”, ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mehendrawan, SH saat meninjau pelayanan KB sejuta apsektor di Komplek Perkantoran Terpadu Jalan Adi Sucipto Kubu Raya, Senin (29/6/2020).

Bupati menuturkan, untuk menciptakan keluarga yang sehat, terencana dan berkualitas, tentunya setiap keluarga bisa menjaga jarak kelahiran, sehingga setiap keluarga bisa membuat situasi kehidupan dalam rumah tangga lebih baik lagi. Dengan demikian, setiap rumah tangga bisa mengantisipasi sedini mungkin terjadinya Angka Kematian Ibu dan Balita (AKI-AKB) dan Stunting.

“Kita juga akan berusaha sekencang mungkin untuk melakukan langkah-langkah agar AKI-AKB dan stunting ini tidak terjadi, karena saat ini kita juga sedang berusaha mengurangi resiko itu melalui program Selasa-Jum’at (Salju) terpadu yang sudah berjalan dalam satu tahun terakhir ini. Alhamdulillah, melalui program Salju Terpadu yang digencarkan Dinas Kesehatan melalui Petugas kesehatan, perawat, bidan dan dokter yang ada di setiap pelayanan kesehatan. Alhamdulillah, jumlah AKI-AKB dan stunting di daerah ini terus mengalami penurunan yang signifikan. Yang paling membahagiakan bagi kita lagi, yang mana program Salju terpadu ini terpilih masuk sepuluh besar nominasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2020 dari Badan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (BAPPENAS RI) dan menjadi kado terindah di tengah pandemi covid-19”, tuturnya.

Bupati menjelaskan, pada momentum Harganas ini BKKBN Pusat menargetkan sejuta akseptor di seluruh Indonesia dan untuk di Kabupaten Kubu Raya sendiri yang sebelumnya sudah melakukan pelakukan pelayanan akseptor dan pada hari ini untuk mencukupi target 634 akseptor Dinas terkait, namun yang paling terpenting menurut Bupati ialah edukasinya. Artinya proses dalam rangka Harganas ini, Pemerintah Daerah juga sekaligus  ingin memberikan suatu visi bersama untuk memahami esensi dari keluarga yang sehat dan berkualitas dan menghindari kegala bentuk kerentanan.

“Meski di tengah pandemi Covid-19, mudah-mudahan saja semangat kita untuk memperkuat rumah tangga ini justru harus lebih kencang lagi karena situasi kerentanannya berada pada benteng yang terbaik yaitu keluarga atau rumah tangga itu sendiri, baik itu kepala keluarga maupun semuanya juga ikut saling menjaga, mengingatkan dan tidak lengah. Inilah yang menjadi satu diantara yang diperkuat dalam momentun Harganas ke 27 tahun 2020 ini”, jelasnya.

Di tempat yang sama, Plt Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP3KB) Diah Tut Wuri Handayani mengatakan, melalui momentun Harganas tahun 2002 ini aplikasinya berupa gerakan sejuta akseptor. Yang mana untuk hari ini dilakukan serentak yang dilakukan di semua Puskesmas dan jejaringnya. Untuk di Ibukota Kabupaten Kubu Raya dilakukan di Balai Penyuluh KB Kecamatan Sungai Raya.

“Untuk Balai Penyuluh KB Kecamatan Sungai Raya, kita melayani calon akseptor sebanyak 103 peserta dan calon peserta apsektor dari 3 Desa, diantaranya Desa Arang Limbung, Desa Kuala Dua dan Desa Limbung, namun kami juga tetap melayani bagi peserta akseptor yang mendaftar dari desa lainnya.

Diah menambahkan, jumlah keseluruhan apsektor yang dilayani pada hari ini sebanyak 643 peserta yang tersebar di 20 Puskesmas di 9 Kecamatan. Pihaknya juga mengapresiasi dan berterima kasih atas kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan DPMD dalam membantu mensukseskan kegiatan pelaksanaan gerakan sejuta apsektor dalam rangka Harganas ke-27.

“Harganas tahun 2020 ini mengusung tema”Dengan Cara Baru dan Semangat Baru Hadir di Dalam Keluargamu. Sesuai arahan dari pemerintah pusat kegiatan ini hanya untuk pelayanan akseptor KB. Mengingat ini merupakan upaya untuk mengatasi kunjungan apsektor KB ke Puskesmas karena kondisi pandemi Covid-19. Semua ini merupakan bentuk pelayanan yang diberikan diluar pelayanan rutin yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan”, ucapnya.

Sementara itu seorang bidan yang melayani apsektor Novi Herawati mengatakan, proses pemasangan alat kotrasepsi tetap dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Yang mana setiap peserta akseptor diwajibkan mencuci tangan pakai sabun terlebih dahulu yang sudah disiapkan, dilakukan pemeriksaan kondisi tubuh, memakai masker dan tetap menjaga jarak tempat duduk antara peserta yang satu dengan peserta yang lainnya saat menunggu antrian.

“Sebelum melakukan pemasangan kontrasepsi, kita melakukan pemeriksaan secara umum terhadap ibu-ibu peserta akseptor dan ditimbang. Selanjutnya setiap peserta diberikan edukasi dan konseling. Meski setiap peserta sudah menentukan alat apa yang akan dipasang, namun kita tetap anjurkan menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan yang kita anjurkan itu yang memiliki resiko sangat kecil seperti pemasangan Intrauterine Device (IUD/alat kontrasepsi dalam rahim) dan Implan.

Di sisi lain, seorang ibu usai pemasangan akseptor Shelli Alviani menyampaikan, ini merupakan untuk pertama kalinya dirinya memasang alat kontrasepsi berupa pemasangan KB Implan. Meski tidak merasa sakit, namun dirinya juga merasa berdebar saat petugas medis mulai melakukan pemeriksaan.

“Untuk ibu-ibu yang ingin memasang Implan tidak perlu takut dan khawatir, karena sakitnya saat disuntik saja. Saya mendapatkan informasi adanya pemasangan alat kontasepsi ini dari ibu saya sendiri yang kebutulan merupakan kader Posyandu Tebang Kacang. Karena saya belum pernah pasang alat ini, memang ada rasa takut, tapi setelah selesai dipasang, saya tidak merasakan sakit. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar, aman dan selamat", paparnya. 

Wanita 26 tahun ini menuturkan, adanya kegiatan KB ini tentunya sangat membantu bagi dirinya dan ibu-ibu lainnya di Kabupaten ini, karena jika pemasangan alat kontrasepsi ini dilakukan di rumah sakit atau di klinik tentunya akan memakan biaya yang cukup besar.

“Dengan adanya program ini tentunya sangat membantu sekali. Apalagi saat ini kita masih dalam kondisi pandemi Covid-19, tentunya banyak ibu-ibu rumah tangga yang mengalami kesulitan ekonominya. Saya ucapkan terima kasih kepada BKKBN dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang telah menyajikan kegiatan KB gratis ini dan sekali lagi kegiatan ini sangat membantu bagi saya dan keluarga saya", ucapnya sambil bersyukur. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00