Minyak kelapa murni menjadi peluang baru di tengah COVID-19

KBRN, Pontianak Minyak:  kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) yang dihasilkan dari proses hilirisasi terhadap kelapa dalam menjadi peluang baru di tengah COVID-19 karena satu di antara manfaatnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Potensi kelapa dalam untuk produk VCO di Kalbar sangat besar. Nah, ini menjadi peluang bagi petani dalam di Kalbar. VCO sangat baik untuk meningkatkan daya imunitas tubuh kita karena ada bahan aktif yang terkandung dalam asam lemak jenuh. VCO bersifat antivirus. Daya tahan tubuh kita di tegah wabah COVID- 19 penting," ujar Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Heronimus Hero di Pontianak, Jumat.

Dengan wabah ini jelasnya sangat baik sekali untuk kembali mempopulerkan VCO. Sebab sebelumnya di Kalbar sempat hilang dari pasar, hanya sedikit saja yg masih produksi.

"Jadi momen sekarang bisa jadi kebangkitan kembali industri dan nilain tambah kelapa dalam. Hilangnya popularitas VCO waktu itu karena mungkin masyarakat menganggap tidak perlu. Akan tapi sejak COVID-19 yang hanya bisa dilawan dengan imunitas tubuh, VCO pasti menjadi alternatif pilihan masyarakat," katanya.

Sejauh ini kata Hero potensi kelapa dalam di Kalnar sangat besar.  Ia menyebutkan seperti di Kubu Raya, Mempawah, Sambas dan lainnya. Hanya saja petani masih menjual dalam bentuk kelapa bulat dan kopra.

"Sebagian besar dan mendominasi petani menjual kelapa dalam bentu kelapa jambul dan kopra saja," jelas dia.

Terkait pengembangan VCO di Kalbar menurutnya sudah perusahaan lokal di Kalbar yang tengah merintis. Bahkan VCO yang dihasilkan dari kelapa dalam organik. Segala berbau organik saat ini sangat diminati pasar baik dalam dan luar negeri.

"Kita awal tahun kemarin telah melakukan verifikasi untuk memberikan rekomendasi kepada kebun petani di Padang Tikar 2, Kubu Raya. Sebab ada perusahan lokal siap menampun hasil kelapa dalam organik masyarakat sebagai bahan baku VCO," kata dia.

Pihaknya sangat mendukung upaya berbagai pihak yang bisa meningkatkan nilai tambah petani.

"Dengan ada nilai tambah petani, bukan hanya menjual bahan baku saja namun hilirisasi tentu meningkatkan nilai tukar petani. Dengan demikian petani bisa lebih sejahtera," kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indowell Cipta Lancar, Yan Andria Soe mengatakan bahwa saat ini pihaknya butuh bahan baku kelapa dalam organik.

"Saat ini kita tengah mengajukan sertifikasi kebun organik ke lembaga yang memang berwenang. Tentu kita butuh rekomendasi juga dari pemerintah daerah dan bersyukur Disbun Kalbar sangat menyambut baik dan membantu," kata dia.

Menurut dia, pabrik minyak kelapa murni miliknya berada di Batu Layang, Pontianak. Saat ini sudah dilakukan audit dari BPOM Pontianak.

"Saat ini minyak kelapa murni ini primadona di luar negeri. Kita menargetkan ekspor. Bahan baku dari Padang Tikar 2. Itu semua bentuk kita ikut andil dalam memberikan nilai tambah kepada petani di sana," kata dia. (Hermanta/RRI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00