Bulog Divre Kalbar Akui Stok Gula Pasir Kosong

KBRN, Pontianak : Melonjaknya harga gula pasir di Kalimantan  Barat dari harga sebelumnya sesuai Harga Eceeran Tertinggi Rp12.500 menjadi kisaran  Rp19.000-Rp20.000,00 per Kilogram menambah beban masyarakat di tengah merebaknya virus Corona.

“Melonjaknya harga gula tersebut diantarnya karena stok gula pasir sejak 3 bulan lalu kosong”, ungkap Kepala Bulog  Divre Kalimantan Barat, Bubun Subroto, Kamis (2/4/2020).

Lebih lanjut Bunbun Subroto menjelaskan, sebenarnya Bulog sudah minta kantor pusat Jakarta 1.000 ton, namun hingga kini masih diproses di Jakarta. Menurutnya, Bulog sendiri untuk mendapatkan gula dalam negeri harus melalui lelang, padahal sebelum tidak, sehingga hal ini hendaknya menjadi kebijakan Kementerian Perdagangan.

“Bulog sebelumnya bisa langsung menampung pabrik gula petani maupun pabrik gula BUMN, namun kebijakan ini dibuat dengan cara lelang, dimana dalam lelang ada standar Bulog di bawah pasar, kalah terus delam lelang, sehingga yang ada sekarang dipegang oleh distributor”, tegasnya.

Seperti yang terjadi sekarang maskipun masih cukup namun yang beredar sedikit, sehingga akibat ketidak seimbangan antara supply dan demand harga gula di pasaran melonjak.

Sementara itu satu diantara warga kota Pontianak, Dina mengaku sangat prihatin atas naiknya harga-harga di pasaran, termasuk gula yang harganya meroket.

“Masyarakat tentu mengharapkan kepada pemerintah Kalimantan Barat khususnya untuk menetapkan yang bias dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga tidak mneyulitkan masyarakat Kalimantan Barat untuk mengkonsumn beberapa bahan pokok yang dinaikkan oleh beberapa oknum di pasar”, ungap Dina.

Ibu Rumah Tangga yang juga karyawan  di Kawasan Pontianak Barat ini juga berharap agar Pemerintah tanggap dan memperhatikan kebutuhan pokok masyarakat yang dirumahkan seperti dirinya tentu menjadi masalah, apalagi masyarakat yang tidak mempunyai penghasilan tetap jelas menjadi permasalahan utama, bagaimana untuk menghidupi keluarganya. (Hermanta).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00