Industri Berbahan Baku Kratom Perlu Segera Dibangun

KBRN, Pontianak: Ketua Perkumpulan Pengusaha Hortikultura Indonesia (PPHI) Kalimantan Barat, Suhaeri berharap Pemerintah Indonesia bisa mendorong lahirnya industri yang memanfaatkan tanaman kratom sebagai bahan baku. 

"Barangkali jamu atau obat-obatan bisa diolah di dalam negeri [sehingga] bisa kita ekspor ke luar," ujar Suhaeri via seluler, Selasa (9/8/2022) malam. 

Kratom, lanjut Suhaeri, dapat dimanfaatkan untuk penghilang rasa sakit. Bisa saja kratom dipergunakan untuk industri farmasi sebagai bahan baku untuk memproduksi obat bius atau penghilang rasa sakit. 

"Sehingga kekayaan alam Indonesia ini diserap oleh industri dalam negeri," harap Suhaeri. 

Dengan demikian, kratom Indonesia tidak lagi tergantung pasar di negara lain seperti di Amerika Serikat. 

Seperti sekarang, dengan keadaan yang tidak menentu, dan adanya spekulan menyebabkan banyak eksportir maupun kalangan petani kratom mengalami kerugian finansial. 

Barang yang sudah dikirim ke negara Amerika Serikat ada yang ditahan Food and Drug Administration (FDA) sehingga tidak mendapat pembayaran. Ada juga barang yang sudah diterima tapi karena alasan kurang berkualitas dan tidak memenuhi standar, pembayarannya tidak sebagaimana mestinya. 

"Harapan kami, cobalah pemerintah mendorong riset di Indonesia ini apakah bekerjasama dengan BRIN, bagaimana membuat produk kratom ini bisa diserap oleh industri dalam negeri," tutup Suhaeri. 

Sejak dibudidayakan di Kalimantan Barat tahun 2010, kratom mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan perekonomian desa tertinggal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar