Percepat Digitalisasi Daerah, Bank Kalbar Sinergis Bank Indonesia dan Pemkot Pontianak Gelar High Level Meeting TP2DD

KBRN, Pontianak: Upaya Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terus dilakukan oleh PT Bank Kalbar, bersinergis dengan Bank Indonesia serta Pemerintah Kota Pontianak dengan menggelar High Level Meeting (HLM) TP2DD di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Selasa (05/07/2022).

HLM mengundang sejumlah pejabat dari lingkungan Pemerintah Kota Pontianak dengan mengusung tema “Menuju Pemerintahan  Ditigal Melalui Optimalisasi Pelayanan Pendapatan Dengan Penggunaan Aplikasi e-Ponti”.

Direktur Pemasaran PT Bank Kalbar Drs. Dedi Supriadi, MM mewakili Direktur Utama mengemukakan, salah satu diantara tugas dan fungsi sebagai anggota Tim TP2DD Kota Pontianak ini, yakni Bank Kalbar menyediakan sarana IT. Dimana, dalam mendukung pelaksanaan tugasnya itu, Bank Kalbar cukup besar menggelontorkan dana untuk pengembangan IT.

“Untuk saat ini saja, sudah ada 9 jenis layanan pajak yang dilayanai oleh Bank Kalbar,  atas kerjasama dengan  pemerintah di 14 kabupaten kota yang sudah bekerjasama dengan PD Bank Kalbar. Antara lain, Pajak Restoran, Reklame, Penerangan Jalan Umum (PJU), Pajak Mineral Bukan Logam, Batuan, Pajak, Parkir, Pajak Air Tanah, Sarang Burung Walet, di seluruh kabupaten kota se Kalbar,” ungkapnya.

Disamping itu, Dedi menuturkan, seluruh pemerintah daerah di 14 kabupaten kota juga sudah dikerjasamakan dengan Bank Kalbar dalam hal pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB). Kendati, setiap daerah kabupaten kota berbeda realisasinya.

“Kemudian juga ada layani Pajak Kendaraan Bermotor, baik yang bersifat nasional maupun daerah, Signal dan e-Samsat. Selanjutnya, ada pengelolaan keuangan desa melalui CMS, dan Kabupaten Kuburaya, 118 desanya sudah menggunakan aplikasi CMS. Sedangkan, SP2 Online, saat ini Kota Singkawang yang sudah layak tinggal Kota Pontianak akan segera,” imbuhnya.

Dede mengutarakan, transaksi non tunai Bank Kalbar dari seluruh kabupaten kota di Kalbar pada 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 26,09 persen atau mengalami tumbuh dari tahun 2020 ini sebanyak 89.703 transaksi.

“Jadi tahun 2021 ini, 433.487 sedangkan 2020 itu baru mencapai 343.784 transaksi. Jadi, ada pertumbuhan yang signifikan,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Agus Chusaini menyebutkan, pentingnya elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, yakni untuk meningkatkan efisiensi kegiatan di pemerintahan. Kedua, meningkatkan akuntabilitas dari pelaksanaan operasional pemerintahan serta meningkatkan PAD di masing-masing pemerintah daerah.

“Semoga melalui peningkatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah bisa meningkatkan kegiatan ekonomi pemerintah daerah terutama pembangunan di daerah,” harapnya.

Dari sisi Pemerintah Kota Pontianak, Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Pontianak Ir. Amirullah mengatakan, optimalisasi percepatan perluasan digitalisasi daerah merupakan tugas yang tidak mudah sehingga diperlukan sinergi semua unsur yang ada di dalam TP2DD dan harus memahami tugas dan fungsi masing-masing serta kewenangannya.

“Dalam melakukan koordinasi terus berinovasi dalam menerapkan strategi dan implementasinya kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Amirullah menyebut, dukungan perbankan terutama dari Bank Indonesia Bank RKUD PT Bank Kalbar bank persepsi lainnya di wilayah Kota Pontianak Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, Bank rakyat BUMN dan BUMD provinsi sangat membantu dalam percepatan dan penyebarluasan literasi digitalisasi masyarakat kota Pontianak.

“Berdasarkan perkembangan data ETPD Kota Pontianak mulai bulan Januari sampai dengan bulan Mei tahun 2020 apabila dibandingkan dengan perkembangan ETPD 2021 menunjukkan adanya peningkatan. Pada tahun 2021 penggunaan transaksi tunai sebesar 11,57% semi digital sebesar 88,31% dan digital baru sebesar 0,12%. Untuk Tahun 2022 sampai dengan bulan Mei penggunaan transaksi tunai sebesar 11,83% semi digital sebesar 875% dan berputar sebesar 0,68%,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar