Pelaku Usaha, Perlu Tangan-Tangan Stakeholder

KBRN, Pontianak : Antara UKM dan pelaku usaha serta dengan para stake holder yang lain saat ini  ada semacam Gap. Akan tetapi memang Gab-nya tidak selebar yang dulu, dan sekarang sudah mengecil karena semua tahu perannya masing-masing. Apalagi kini banyak program yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Pontianak, khususnya dari sisi pembiayaan, penguatan dan dari sisi selera pasar. Menurut M. Fahmi, banyaknya tuntutan dari para pelaku usaha yang saat ini memerlukan tangan-tangan para stakeholder, bukan hanya pemerintah tetapi juga pendamping pelaku UMKM.

“Kehadiran pendamping ini seperti okehadirian orang meu nyeberang  jalan, dimana zaman dulu orang mau nyeberang jalan itu tidak ada masalah,  jadi kalu tidak pandai-pandai dipimpin orang yang mengerti jalan itu yang memimpin tentu bisa ketabrak nih orang, sama halnya pelaku usaha, dimana pelaku usaha kita ini jika tidak dipimpin menghadapi begitu besarnya tantangan di lapangan ini sangat berat,”tegas Konsultan Pendamping UMKM Koperasi Kalimantan Barat, DR. Muhammad Fahmi, SE.,MM. di Pontianak, Selasa (24/2022).

Selaku Konsultan Pendamping UMKM, Muhammad Fahmi berusaha membuat semacam road map strategi pendampingan UKM, ada yang sifanya mikro menuju ke kecil , kecil menuju ke menengah dan menengah menuju ke besar, atau istilahnya naik kelas.  Untuk yang mikro menuju ke kecil, pihaknya lebih menguatkan para entrepreur capacity atau meningkatkan capasiti buildingnya, artinya pelatihan-pelatihan sudah dilakukan oleh Dinas UMKM, Koperasi dan Perindustrian di Kota Pontianak.

“Saya pikir ini perlu mengiintenskan, perlu keberlanjutan, dan yang lain misal dari kecil ke menengah contohnya membuat kelembagaan  UKM itu sendiri, diantaranya mengurus MIB supaya semuanya terukur,”jelas Fahmi. Kalau sudah mendapat data mereka tentu treatmen, apakah ada masalah mereka di keuangan, karena tidak semua orang bermasalah keuangan, tetap ada yang justru masalah regulasi seperti masalah minyak goreng dan semacamnya.

Sementara yang sifatnya menengah menuju ke besar dengan membangun system usaha yang lebih mendukung, ini adalah program pendampingan yang tepat. Pendamping itu sendiri tentunya yang paling diharapkan adalah lembaga-lembaga Pendidikan, dalam hal ini Lembaga pendidikan tinggi seperti kampus. Apalagi di Kampus ada MBKM, yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Kita sudah mendapat 20 SKS  di Mahasiswa untuk berada di  di luar, sedangkan di Industri  untuk membantu mendampingi ataupun belajar sambil learning by doing di masyarakat dan di Industri,”terangnya.

Menurut Fahmi, kalau ini terjadi, maka anak-anak yang sudah mendapat ilmu pengetahuan paling tidak di sekian semester, mereka datang ikut mendampingi dengan segala macam ilmu yang didapat di kampus, ditambahkan dengan industry konkrit di lapangan optimais dapat memperkecil Gap permasalahan yang dihadapi oleh UMKM.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar