Kelompok UPPKA Binaan BKKBN Kalbar Sukses Produksi Kuliner dan Kerajinan Tangan

KBRN, Pontianak : Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKA) Mulai Mandiri Kota Pontianak yang merupakan kelompok binaan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat pelan tapi pasati terus mengalami kemajuan. Meskipun sempat terdampak ketika Pendemi Covid-19 melanda dunia, termasuk di Indonesia, namun sejak belakangan ini bangkit kembali, bahkan terus tumbuh dan berkembang.

“Kelompok usaha kami yang  bergerak di bidang kuliner  dan kerajinan tangan  ini mulai tumbuh dan berkembang sejak di bawah bimbingan BKKBN Kalbar dan DP2KBP3A Kota Pontianak,”jleas Ketua Kelompok UPPKA Mulia Mandiri Kota Pontianak, Meri Andriani, saat Pameran di acara Sosialisasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra di Resto Raja Sambal Pontianak, Minggu (22/5/2022).

Semantara untuk kerajinan, ada yang Rp30.000 keatas sampai  Rp1.000.000 lebih untuk karajinan tas dari kulit kayu Kapuak yang rata-rata pengrajin dapat menyelesaikannya 1 tas selama 3 hari. Bahkan rekan sprofesinya dari Kelompok Wati An-Jabil Kota Pontianak yang juga di bawah binaan BKKBN Kalbar dan DP2KBP3A sudah lolos kurasi untuk ke Jepang dengan harga di atas satu juta per tas dengan dua model selera pesanan, tinggal kurasi ke Paris dan Jerman yang sama untuk even.

Mngnai Pengenalan produk hingga dikenal ke mancanegara, kata Meri lewat kurasi zoom meeting dengan menampilkan 4  produk yang ditawarkan, dua diantaranya lolos tanpa diperbaiki, jadi Insya Allah tinggal lobby berapa pengiriman yang dibutuhkan di negera yang bersangkutan. Meri Andriani mengaku untuk UPPKA Kota anggotanya sekarang sudah ada sekitar 200 orang dan di tingkat provinsi selalu mengikutsertakan ke bazar-bazar. Selain sering mengikuti studi banding ke Jawa, untuk di tingkat provinsi UPPKA yang diketuainya ini sering diikutsertakan ke even Harganas oleh BKKBN Provinsi Kalbar.

“Saya gabung di UPPKA ini tahun 2015 sebagai pemula waktu itu  mendapatkan bantuan dana dari BKKBN mulai dari Rp2.000.000 hingga Rp6.000.000 dengan produk Meri Cup yang berkembang hingga sekarang dengan Brand Roti Cup atau Raja Roti Cup,”ungkapnya.

Berbicara mengenai omzet, Meri jelaskan untuk yang per hari ini kisaran Rp10.000.000-Rp15.000.000. sedangkan khusus hari raya yang didominasi kue kering  selama 1 bulan Ramadhan pada kisaran Rp50.000.000-Rp80.000.000, bahkan  saat Covidpun akhirnya tidak bepengaruh karena sudah mempunyai pelanggan, termasuk sudah mempunyai marketing yang keluar kota.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar