Gapki Kalbar Dorong Perusahaan Sawit Segera Pasang Alat Sparing

KBRN, Pontianak : Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat mancatat hingga saat ini di Kalbar terdapat 116 unit pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi. Dalam penanganan limbah pengolahan tandan buah segar (TBS) di PKS, telah diatur dalam panduan teknis secara komprehensif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan. "Aspek pengawasan menjadi semakin penting untuk memastikan apakah kinerja pengolahan limbah sawit sesuai dengan standar," ungkapnya Ketua GAPKI Kalbar Purwati Munawir saat kegiatn Sosialisasi Sparing kepada Anggota GAPKI Cabang Kalbar, di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (18/1).Hal ini sesuai komitmen Gapki Kalimantan Barat yang mendorong perusahaan sawit untuk segera memanfaatkan Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Daring (Sparing) untuk pemantauan limbah sawit. Karena Kewajiban pemasangan alat Sparing ini telah diatur dalam Peraturan Menteri KLHK Nomor: P.80/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 Tanggal 18 Oktober 2019.

Menurut Purwati mengingat kewajiban pemasangan alat Sparing tersebut, maka pihaknya mendorong agar perusahaan sawit untuk segera merealisasikan hal tersebut. Namun begitu, dirinya tak menampik adanya kendala yang dihadapi oleh perusahaan. "Kendala utama kami dalam penggunaan alat Sparing ini adalah jaringan," ungkap Purwati. Di samping itu, pihaknya juga menyarankan agar peralatan Sparing yang dipilih dan dipergunakan harus memiliki kualitas yang terbaik yang berarti bahwa pemilihan vendor harus lebih selektif dan Gapki Kalbar sepenuhnya menyerahkan keputusan untuk memilih vendor kepada anggota. Kabid Penanganan Sampah dan Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Lasmi Yulistiana mengatakan, Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara terus menerus dan dalam Jaringan atau disebut Sparing adalah sistem pemantauan secara otomatis, terus menerus dan dalam jaringan, yang dipergunakan untuk memantau, mencatat dan melaporkan kegiatan pengukuran kadar suatu parameter dan/atau debit pembuangan air limbah ke media air. "Sparing adalah alat yang dipergunakan untuk mengukur kadar suatu parameter kualitas air limbah dan debit air limbah melalui pengukuran dan pelaporan debit air limbah secara otomatis, terus menerus dan dalam jaringan," jelasnya. Dia menjelaskan, data hasil pengoperasian Sparing dianggap benar apabila Sparing telah lulus uji konektivitas dengan pusat data yang berada di KLHK. Pemantauan kualitas air limbah yang dilakukan secara wajib dilakukan oleh lab terakreditasi dan atau teregistrasi di KLHK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar