Diskumdag Pontianak : Antisipasi Kenaikan Harga, Jangan Panik Belanja

KBRN, Pontianak : Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak mencatat harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Imlek 2573 belum  ada kenaikan yang signifikan. Jikapun ada beberapa komodite yang mengalami kenaikan masih dalam batas kewajaran. Apalagi banyak diantaranya pedagang yang membeli di pasar induk Flamboyan, sehingga ketika dijual di pasar lain diperbolehkan mengambil keuntungan asalkan wajar dan tidak membebani masyarakat.

“Fakta ini menunjukkan mata rantai distribusi komodite bahan pokok, sangat dipengaruhi pengeluaran pembiayaan yang akhirnya berpengaruh juga terhadap harga jual,”jelas Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Dra. Arwani. MSi. Di Pontianak, Kamis (20/1/2022).

Arwani minta kepada masyarakat kota Pontianak selaku konsumen jangan panik berbelanja dan takut tidak mendapatkan barang yang dibutuhkan, karena semuanya sudah ditangani oleh Pemerintah.

“Kami selalu mengawasi, membina pelaku usaha, distributor, agen, sub distributor, kalau mereka melakukan ketidakwajaran itu pasti kami selalu mengingatkan, kalaupun masih bandel sudah diingatkan masih nekat nanti ada tim satgas pangan yang melakukan penindakan, karena kami dinas teknis Diskumdag itu hanya bisa memberikan  pembinaan, tapai penindakan tidak bisa,”ungkapnya.

Ia juga minta kepada masyarakat jangan selalu mendahulukan yang tidak prioritas, tetapi mendahulukan kebutuhan keluarga agar dapat terpenuhi dari sisi pangan, sehingga untuk kebutuhan yang tidak mendesak ditinggalkan terbih dahulu dengan mendahulukan yang lebih penting. Diskumdag sendiri selama ini ada tim yang melakukan pemantauan harga Sembako di 5 pasar di Kota Pontianak, yaitu Pasar Induk Flamboyan, Mawar, Kemuning, Teratai,  dan  pasar Puring Siantan dan hal ini sudah didiskusikan di rapat-rapat koordinasi agar menjaga mata rantai distribusi. Bhakan Diskumdag selalu intens berkordinasi dengan dinas teknis, khususnya bahan pokok yang sifatnya hortikultura, ternak selalu berkordinasi dengan dinas Pangan yang membina pelaku-pelaku usaha petanian atau peternaknya.

 Anggota Komisi III DPRD Kota Pontianak, Mujiono, M.Ak mengatakan, kepanikan masyarakat ini biasanya terjadi karena terkait dengan ketersediaan stok  di pasaran.

“Kalau ketersediaan barang itu ada di pasaran, dan mereka beli barang ada, saya pikir akan menjadi normal, akan tetapi pada saat masyarakat membeli  tiba-tiba barang tidak ada maka itu akan berpengaruh, mereka mulai panik, dan inilah akan berdampak pembelian besar-besaran, penyetokan dilakukan di masyarakat, maka diemakin berkurang di masyarakat, sehingga harga akan semakin tinggi,”ujar Mujiono.

Ia menuturkan untuk mengatisipasi permasalahan ini  hendaknya Pemerintah berupaya  menjaga, satu diantaranya  Kebijakan dari Kementerian, satu diantaranya kebijakan dari Kementerian dan di daerah melakukan operasi pasar, agar harga dan ketersediaan barang stabil.

“Akan tetapi seperti yang kami lihat selama ini biasanya masyarakat  kota Pontianak tidak begitu terpengaruh disaat terjadinya kenaikan harga-harga kebutuhan pokok di pasaran, asalkan barang tersedia,”imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar