PHRI Kalbar Sambut Baik Instruksi Pemanfaatan Hotel Untuk Rapat

KBRN, Pontianak : Geliat usaha perhotelan di awal 2022 ini optimis akan kembali, karena salain vaksinas terus ditiingkatkan, juga yang cukup menggembiarakan adanya kebijakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uni yang menekankan agar kegiatan rapat di kantor-kantor mengalihkan kembali ke hotel-hotel. Tentu saja para pengusaha Hotel menyambut baik action dan keberpihakan Menperekraf ini kepada pengusaha yang bergerak di bidang perhotelan. Bahkan kebijkaan Memperekraf tersebut merupakan angin segar bagi dunia perhotelan di Indonesia, terlebih di Pontianak dan Kalimantan Barat.

“Itu berita yang paling menggembirakan  bagi kami sebagai pengusaha hotel, apalagi Sandiaga Uno yang dia mengalihkan  rapat-rapat kecil sekalipun katanya  itu sebaikanya diadakan di hotel, sekarang, contoh kemarin itu Kapolresta Pontianak akan mengedakan kegiatan rapat yang biasa diadakan di kantor, dia mengadakan di hotel, karena ada instruksi dari Menteri Pariwisata, karena dia yang paling tahun kena dampak terpuruknya Covid ini adalah sector kami,”jelas Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat, Yuliardi Qamal kepada RRI di Pontianak, Senin (17/1/2022).

Yuliardi Qamal menilai keberpihakan Memperekraf ini luar biasa dan kalau memang dapat diwujudkan dapat kembali meningkatkan okupandi perhotelan, apalagi sekarang mulai ada pemesanan untuk even rapat akan dilaksanakan di hotel-hotel.

“Mudah-mudahan ini suatu berita yang menggembirakan dan ini akan mendorong bisnis hotel menggeliat kedepannnya, karena ada kebijakan yang diambil pemerintah, peduli terhadap dunai perhotelan,”hara pia.

PHRI sendiri yang membawahi pengusaha hotel dan restoran  selalu siap untuk menyambut even-even yang diadakan di hotel-hotel, sehingga jika waktu lalu masih ada separo karyawannya yang masuknya selang seling dan ada yang dijadwal, kini di9harapkan dapat berjalan normal dan dapat bekerja kembali, dimana karyawan dapat menerima gaji full. Yuliardi optimis sekarang ini dengan adanya even dan kegiatan-kegiatan yang diadakan di hotel akan meningkatkan revinew maupun tingkat okupansi, sehingga dapat mengembalikan operasional hotel dengan normal.

Tetapi kita tetap menjaga protocol kesehatan yang digariskan pemerintah, itu tetap kita jalankan, karen akita tidak mau juga tempat jasa anggota saya ini menjadi claster baru atau dijadikan kambing hitam juga bahwa tempat jasa mengumpulkan orang, dimana konsep perhotelen memang mengumpulkan banyak orang, tetapi di sisi lain dilarang mengumpulkan banyak orang, sehingga social distansching tetap harus diterapkan dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, maksimal 75 persen dari daya tamping.

“Jadi 75% itu masih kami patuhi, kemudian kami pakai barkot pedulio lindungi, kemudian  protocol kesehatan yang wajib masker, penyediaan hand santitezer dan hal-hal yang diinstruksikan pemerintah saya yakin anggota kami akan patuh akan hal itu,”ujar Yuliardi.

Konsekuensinya seiring normalnya pengguna jasa perhotelan, tentu perlu pekerja yang harus melayani  tamunya sedemikian rupa sehingga service juga akan kita jalankan dengan sempurnya. Karena kalau misalnya kita membatasi tenaga kerja, itu juga service akan tidak sempurna, makanya kami akan mempekerjakan sesuai seperti keadaan normal. Artinya dengan melihat even-even yang diadakan dengan menilai tingkat okupensi dan even yang masuk akan menjadi pertimbangan   untuk mempekerjakan kembali  karyawan secara full, intinya berjalan normal.

“Meskipun tingkat okupansi hotel saat ini masih bervariasi, namun jika dirata-rata sudah mulai merangkak naik ke 75% dengan harapan dapat dipertahankan, bahkan akan lebih baik lagi, sehingga kami bisa kembali menyumbang Pandepatan Asli Daerah (PAD) yang cukup signifikan seperti  sebelumnya  untuk bisa kembali menyumbangkan PAD daerah ini lebih baik lagi untuk pembangunan dan keuntungan kita bersama,” pungkas Yuliardi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar