Hasil Panen Menjanjikan, Disbun Kubu Raya Ajak Petani Pekebun Kembangkan Pinang Betara

KBRN, Pontianak : Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) mengajak petani pekebun yang menerima bantuan bibit pinang unggul jenis Betara dari Coorporate Social Responbility (CSR) PT. Fajar Saudara Lestari (FSL) untuk memaksimalkan lahan kosong mereka dengan mengembangkan tanaman itu untuk meningkatkan perekonomian mereka.

“Kami harap petani pekebun di desa Batu Ampar dan Desa Tanjung Harapan Kecamatan Batu Ampar ini jangan takut rugi jika lahan petani pekebun ini ditanami pinang unggul jenis Betara, karena tanaman ini mampu memproduksi 7 sampai 8 ton pertahunnya. Tentunya dengan hasil itu mampu meningkatkan perekonomian petani pekebun di dua desa ini”, kata Staf Disbun Kubu Raya Rudi Silalahi saat menghadiri penyerahan bibit pinang unggul jenis Betara di Base Camp PT. FSL Dusun Cabang Ruan Desa Batu Ampar, Selasa (26/10/2021) pagi.

Rudi menjelaskan, sesuai dengan penelitian yang dilakukan Badan Litbang Kementrian Pertanian produktivitas pinang Betara ini perhekatar dalam satu tahun mencapai 7,81 ton pinang kering. Perbandingan pinang basah dengan pinang kering itu 1 berbanding 4, jadi 4 kilo pinang basah bisa menghasilkan 1 kilo pinang kering.

“Harga pinang basahnya Rp2.500 perkilonya, sedangkan harga pinang kering ditingkat pengempul di Kecamatan Sungai Kakap sebesar Rp.23.500 perkilonya. Sedangkan penampung biasanya beli pinang kering ke petani seharga Rp.16.000 - Rp.17.000. Jika petani terima pinang kering dengan harga Rp.17.000, maka dalam satu hektar pertahunnya rata-rata Rp.11.000.000 peerbulannya”, jelasnya.  

Menurut Rudi, hal yang paling utama yang harus diperhatikan petani pekebun ini jangan sampai semak di bawahnya, jadi gulma-gulma yang ada di pinang ini agar segera dibersihkan dan jika perlu tanaman pinang ini harus bebas gulma-gulma sehingga proses peneyerapan udaranya bisa lebih maksimal dan gulmanya itu harus dibersihkan setiap 3 bulan sekali

“Perawatan pinang unggul ini sangat mudah karena pemupukannya hanya 6 bulan sekali tidak seperti sawit 3 bulan sekali harus dilakukan pemupukan, dan pinang ini cukup dengan pupuk organik, kotoran ayam atau kotoran sapi”, ujarnya.

Rudi menuturkan, dalam proses penanaman nantinya, para petani pekebun ini akan dibantu pihak perusahaan maupun dari penyuluh perkebunan atau pertanian yang ada di Desa Batu Ampar. Untuk pemeliharaan tanaman ini, Disbun Kubu Raya akan mendorong agar mengalokasikan pupuknya kepada petani pekebun, baik dari pemerintah daerah atau dari pihak perusahaan.

“Besar harapan kami, agar tanaman pinang unggul ini dapat dikembangkan dengan baik di dua desa di Kecamatan Batu Ampar, karena daerah ini akan menjadi pilot project (percontohan), selain itu kedepannya tanaman pinang unggul di dua desa ini juga akan terpetakan ke dalam sistem perkebunan unggul. Sebab sistem ini nantinnya tanaman petani pekebun ini secara otomatis terpetakan dan terinput di kabupaten, provinsi maupun nasional”, ujarnya.

Rudi menambahkan, pinang Betara ini merupakan varitas unggul yang telah dilepaskan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian nomor 99 tahun 2013, sehingga pinang Betara ini sudah melalui proses panjang oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) pertanian sehingga tanaman ini telah dinyatakan unggul jika dibandingkan dengan pinang varitas lainnya.

“Jadi yang sudah dilepas Kementrian Pertanian untuk pinang di Indonesia hanya ada dua, satu diantaranya pinang jenis Betara ini. Pinang Betara ini berasal dari Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Yang diberikan hari ini tidak hanya pinangnya saja dari Betara melainkan tanahnyapun dari Betara , jadi bibit sama tanahnya kita angkut dari sana”, tutup Rudi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00