PHRI Kalbar : Turunnya Tarif PCR, Geliatkan Sektor Hotel dan Restoran

KBRN, Pontianak : Perhimpunan Hotel dan Restoran Republik Indonesi (PHRI) Kalimantan Barat sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif tes PCR menjadi Rp300 ribu.

“Kami optimis kebijakan ini akan memberikan angin segar untuk kedatangan tamu-tamu ke Kalimantan barat, karena sebelumnya Kalimantan merupakan provinsi yang menerapkan PCR selain Jawa dan Bali, sementara daerah lain cukup Antigen,”harap Ketua PHRI Kalimantan Barat, Yuliardi Qamal di Pontianak, Selasa (26/10/2021).

Yuliardi Qamal menuturkan, dengan penurunan tarif PCR dari yang sebelumnya mungkin cukup besar, bahkan lebih mahal dari harga tiket pesawat, menjadi pertimbangan orang untuk mengurungkan niatnya untuk datang ke Pontianak Kalimantan Barat.

“Dengan diturunkannya harga VCR ini  dengan angka Rp300 ribu saya yaklin kegiatan jasa yang saya Ketuain, yaitu perhotelan, jasa makanan dan minuman Kembali menggeliat laig, dan dengan adanya  yang mulai dilonggarkan karena kita sudah masuk ke level 2, ini juga sudah sngat membantu,”terangnya.

Yuliardi Qamal optimis yang pasti di sector hotel dan restoran tetap konsisten menerapkan protocol kesehatan agar isu-isu yang terdengar di negara lain yang justru meningkat tidak terjadi di Indonesia, khususnya Pontianak Kalimantan Barat. Yang jelas naik turunnya level ini  hendaknya dijadikan suatu perhatian  masyarakat umumnya termasuk dari stakeholder pengusaha hotel dan restoran atau rumah makan yang ada di Kalbar.

“Yang pasti karyawan di sektor hotel dan jasa makanan dan minuman ini sudah memvaksinasi seluruh karyawanny 100 persen, bahkan sampai Sekarang kamis tidak melonggarkan protocol kesehatan kami, sehingga mudah-musahan penyebaran ini tidak terjadi di  di sector saya,”tuturnya.

Kemudia PHRI juga selalu menyampaikan hal ini untuk berteman saja dengan Covid-19, maksudnya bahwa Covid ini sesuatu yang nyata ada dan patut diwaspadai , tetapi perekonomian juga tidak bisa diabaikan sehingga harus ambil tengah-tengahnya, yakni protocol kesehatan wajib dilakukan seketat-ketatnya sehingga perekonomian tetap jalan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00