Harga Pinang Kering Naik, Disbun Kubu Raya Catat 902 Hektar Lahan Masyarakat Ditanam Pinang

KBRN, Pontianak : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat melalui Dinas Perkebunan mencatat, sampai saat ini terdapat 902 hektar lahan perkebunan masyarakat yang ditanami pohon pinang. 

Kabid Produksi dan Pembenihan Dinas Perkebunan Kabupaten Kubu Raya Dedy Hidayat mengatakan, tingginya harga pinang kering dipasaran sangat berdampak dari meningkatnya antusias masyarakat untuk menggarap lahan perkebunannya untuk ditanami pohon pinang, karena semakin baiknya harga komuditas pinang sudah terbukti mampu menopang perekonomian masyarakat.

“Kondisi ini dapat dilihat dari luasan sebaran lahan pohon pinang yang mencapai 902 hektar yang tersebar di 6 kecamatan diantaranya, kecamatan Sungai Kakap, Sungai Raya, Sungai Ambawang, Kubu, Batu Ampar dan Kecamatan Teluk Pakedai”, kata Dedy Hidayat di ruang kerjanya, Jum’at (22/10/2021) petang.   

Dedy menambahkan, untuk tanaman pinang ini, berdasarkan program pembangunan komunitas perkebunan, maka pihaknya menggunakan sistem berbasis centra, artinya ada beberapa kecamatan yang menjadi komunitas unggulan dari beberapa tanaman perkebunan yang di 6 kecamatan tadi. Selain itu, pihaknya melalui APBD Kabupaten sudah melakukan program poktan yang dilakukan di Kecamatan Kuala Mandor B dan Kecamatan Rasau Jaya.

“Dalam hal ini kami terus mendata lahan warga yang ditanam pinang ini”, ucapnya.

Dedy menjelaskan, berdasarkan monitoring yang dilakukan terhadap daerah yang pihaknya berikan bantuan rumah UV jemur pinang di Desa Punggur Kapuas Kecamatan Sungai Kakap, yang mana satu kilo harga pinang itu Rp.2.500, sedangkan untuk menghasilkan pinang kering dibutuhkan 4 sampai 5 kilo pinang dengan harga sekitar Rp.30 ribu.

“Jadi, untuk satu hektar lahan di Kubu Raya itu mampu menghasilkan 400 sampai 500 kilogram buah pinang segar, karena saat ini harga pinang sangat bagus, jadi petani kita mampu menghasilkan Rp.12 juta sampai Rp.15 juta perhektarnya, tentunya kondisi ini juga sangat berdampak dengan semakin banyak lahan masyarakat yang digunakan untuk menanam pohon pinang”, ujarnya.

Dedy menuturkan, dengan diserahkannya bantuan 50 ribu bibit pohon pinang unggul jenis betara oleh anggota Komisi IV DPR RI Maria Lestari hari, tentu pihaknya akan melakukan melakukan pemeliharaan lahan perkebunan masyarakat, karena hal itu merupakan tugas dari Disbun Kubu Raya, apalagi bibit pohon pinang unggul inikan merupakan tanaman baru, tentunya memerlukan perawatan yang optimal.

“Mungkin kedepannya, dari Disbun Kubu Raya berdasarkan anggaran yang tersedia kita dapat salurkan bantuan bagi tanaman ini berupa saprodinya, baik pupuk maupun obat serangan hama penyakitnya. Bantuan ini bisa kita berikan melalui APBD Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten, APBD provinsi maupun kedepannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)”, ujarnya.

Dedy meenyampaikan, sesuai dengan program unggulan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan melalui sistem ‘kepung bakul’ nya itu, pihaknya juga akan berkolaborasi bersama instansi lainnya, seperti menyelesaikan masalah Surat Keterangan Tanah (SKT) pihaknya akan berkolaborasi bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui program Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

“Untuk menunjang dan meningkatkan produktivitas lahan yang belum maksimal, kita dapat melakukan pola tumpang sari dengan tanaman holtikura, seperti yang sudah kami lakukan di Desa Bintang Mas Kecamatan Rasau Jaya. Yang mana tanaman itu ditumpang sarikan dengan jeruk sambal, terong, timun dan kacang sambil menunggu tanaman pinang itu berbuah”, tutupnya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00