OJK Berikan Trik Hindari Jeratan Pinjol Ilegal

KBRN, Pontianak : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minta kepada masyarakat ataupun korban Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal segara melapor ke Satgas  Waspada Investasi untuk segera ditindak. Artinya siapapun walaupun tidak terjerat tetapi mengetahui adanya Pinjol illegal di daerahnya ataupun mendapatkan infomasi dari SMS dan sebagainya laporkan ke Satgas Waspada Investasi, minimal dapat mengurangi dengan cara diblokir. Kepala Bidang Perizinan Financial Technology Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Riadi Zulfan saat Webinar Series  Inklusi Keuangan yang bertemakan “Melek Fintech , Waspada Agar Tak Tertipu” Senin (18/10) mengatakan, untuk menghindari menjadi korban Pinjol Online harus mengetahui tip dan trik untuk memilih layanan Pinjol.

“Kalau memang terpaksa harus mengajukan pinjaman kepada pinjol, ini saya bilang terpaksa, karena Kembali lagi pinjaman apapun itu ada keterikatan baik dipinjaman Online legal maupun Ilegal sebenarnya keteriklatan akan perjanjian itu mengikat, makanya kita selalu sampaikan bahwa mengakses pinjaman itu harus mengakses diri sendiri dulu , butuh atau ndak, membayar cicilannya mampu atau ndak, jangan sampai kita mangajukan pinjaman seperti kaya tutup lubang yang sebenarnya kita tidak bisa untuk membayar, sehingga memanfaatkan layanan yang ada untuk  ambil lagi untukmenutup yang satunya,”tegas Riadi Zulfan.

Fakta itu merupakan kuwajiban OJK untuk mengedukasi masyarakat bahwa pinjaman bisa menjadi solusi tetapi juga bisa menjadi petaka bagi masyarakat, sehingga kemudahan mengajukan pinjaman harus diperhatikan. Karenanya jika memang butuh pinjaman dan bisa mengakses ke pinjaman online tetapi tidak terjerat di pinjol illegal hendaknya cek legalitas pinjol di websitenya OJK go.id dan di situ ada list daftar fintech-fintech yang berizin ataupun terdaftar. Setelah tahu pinjol legal dan terdaftar di OJK , selanjutnya baca terlebih dahulu  bunga yang dikenakan apakah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk membayar, karena fintech  dengan produk yang sangat banyak variasinya, bunganyapun bervariasi, walaupun ada Batasan 0,8 persen per hari.

Selain itu juga pelu cek identitasnya apakah dengan alamatnya jelas, mulai dari pemilik pinjol, hingga struktur kepengurusannya dapat dicek di google. Yang tidak kalah pentingnya analisis diri, yakni pinjaman untuk kebutuhan produktif atau konsumtif dan kira-kira mampu apa tidak untuk membayarnya.

“Saya sangat meyesalkan rata-rata kelemahan masyarakat Indonesia yang dipandang sangat krusial adalah melas membaca, padahal di suatu kontrak dan layanan produk itu selalu ada syarat dan ketentuan sebelum memutuskan untuk mengambil produk,”pungkas Riadi Zulfan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00