Gubernur Sutarmidji Ingatkan ISMI Kalbar Tetap Taat Aturan Dalam Berusaha

KBRN, Pontianak: Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Kalimantan Barat Periode 2021-2026 resmi dikukuhkan dengan menunjuk Sukiryanto sebagai Ketua MPW ISMI Kalbar. Penyerahan Bendera Merah Putih dan Pataka dilakukan Sekretaris Jenderal MPP ISMI Juliana Wahid, SE, M.Pd, kepada pengurus baru.

"Saya mengapresiasi keberadaan ISMI Kalbar dalam mewujudkan peran nyata guna memberikan kontribusi dalam sistem ekonomi di Indonesia khususnya untuk perekonomian UMKM di Kalimantan Barat.Saya juga ingatkan ISMI tetap taat aturan dalam berusaha serta berani menyatakan tidak akan melanggar aturan terlebih memberikan pungutan liar dalam proses perijinan," ungkap Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji Rabu (20/10/2021) usai menghadiri Pelantikan MPW ISMI Kalbar.

Selain itu, Gubernur Sutarmidji optimis melalui sinergisitas yang dibangun bersama antara ISMI dengan pemerintah akan mewujudkan kesinambungan pembangunan ekonomi. Karena ini menjadi modal yang sangat penting, dimana disatu sisi pemerintah memiliki andil dalam mengatur kebijakan kemudahan bagi pengusaha untuk mengembangkan usahanya di Kalbar. 

"Tidak hanya ISMI saja, akan tetapi bagi pengusaha lainnya juga akan mendapatkan kemudahan yang sama," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MPW ISMI Kalbar Sukiryanto mengungkapkan, kedepan ISMI Kalbar tengah menjajaki pembelian mesin ekstrak buah dan pengolahan ikan dan turunannya. Dimana lokasi pabrik untuk operasional mesin tersebut ada di Kabupaten Mempawah. Bahkan untuk konteiner pendingin 40 feet sedang dalam pemesanan.

"Kita sudah pesan langsung dua konteiner dengan Bu sekjen, karena beliau adalah pengusaha konteiner pembeku, pendingin. Kita harus manfaatkan ini," ujarnya.

Senator Senayan asal Kalimantan Barat ini menambah kan, saat ini pihaknya juga sedang menggalakkan pengembangan tanaman obat seperti Jahe di areal seluas 10 hektar dengan total produksi mencapai 300 Ton. Jahe tersebut, akan di ekspor ke Negara Timur Tengah. Kemudian, pihaknya juga telah membebaskan lahan seluas 43 hektar di Kabupaten Mempawah untuk dibangun Istana Buah Bestari. 

"Istana Buah itu nantinya akan menjadi tempat wisata baru yang menyediakan aneka buah-buahan tropis yang dilengkapi dengan tempat pemancingan ikan. Nanti, masyarakat bisa bayar dengan 20 ribu saja bisa makan sepuasnya, tapi tidak bisa dibawa pulang, kita adopsi seperti di Jawa," tuntasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00