Konversi Lahan, Kendala Pemenuhan Ketahanan Pangan di Kalbar

KBRN, Pontianak : Kalimantan Barat yang sebagian pendudukan petani telah dihadapkan berbagai tantangan dalam membangunan ketahanan pangan, diantaranya kendala sumber daya alam.

“Jika kita cermati kendala SDA ini terutama ketersediaan lahan,”jelas Menurut Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan sumber daya pangan Dinas Ketahanan Pangan Kalimantan Barat Usmandi, di Pontianak, Minggu (17/10/2021).

Usmadi mengakui lahan pertanian di Kalbar memang banyak, namun perlahan-lahan akibat konversi dari lahan pertanian berubah menjadi lahan pemukiman dan perkebunan sawit.

“Akibat konversi ini akan berpengaruh terhadap  produksi dan ketahanan pangan yang ada di Kalbar, khususnya produksi  padi dan yang kedua dampak perubahan iklim global yang juga berpengaruh terhadap pangan yang ada di kalbar,”papar Usmadi.

Dibagian lain Kabid Tanaman pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, Doni mengakui bahwa ketahanan pangan sangat dibutuhkan bagai warga Kalbar khususnya dan Indonesia secara umum.

 “Ini memang diamanatkan oleh Undang-undang  bahwa ketersediaan pangan ini harus terjaga bagi seluruh masyarakat Indonesia, nah tugas kami di dinas tanaman pangan ini memproduksi, katakanlah padi sebagai bahan pokok utama di Kalimantan Barat,”ujarnya.

Doni mencatat pada tahun  anggaran 2020 luas panen di Kalbar sekitar 256 ribu  576 hektar dan jika dikomulatifkan menjadi beras sekitar 778 ribu hektar. Produksi ini dapat mencukupi kebutuhan penduduk Kalbar yang kurang lebih 5,4 juta jiwa, maka diperlukan kebutuhan beras itu dalam satu tahun anggaran sekitar  529 ribu ton. Artinya dengan produksi beras di Kalbar ditambah sisa produksi di bulan Desember tahun sebelymnya masih surplus 19 ribu ton dalam tahun anggaran 2020.

“Memang kita lihat dari 14 Kabupaten Kota, ada 6 kabupaten yang minus produksinya, artinya tidak tercukupi untuk kebutuhan masyarakat setempat tetapi kesemuanya itu dapat ditutup dari Kabupaten lain yang produksinya surplus,”tuturnya.

Keenam Kabupaten Kota yang minus produksi padi di Kalbar, meliputi Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang, Sintang, Kapuas Hulu dan kota Pontianak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00