Enam Kabupatan Kota di Kalbar, Minus Produksi Beras

KBRN, Pontianak : Keseriusan Dinas Pangan dalam mewujudkan ketahanan Pangan di Kalimantan Barat sepakat melakukan pemenuhan  konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu dan bergizi seimbang. Komitmen tersebut baik di tingkat nasional, kelembagaan dan daerah yang diamanatkan dalam undang-undang 18 Tahun 2012 tentang pangan. Dalam rangka membangun ketahanan pangan di Kalbar, bagi  yang penduduknya petani tantangannya diantaranya sumber daya alam, khususnya ketersediaan lahan.

“Memang banyak di Kalbar ini, tetapi lahan tersebut perlahan-lahan akibat konversi  perubahan dari lahan pertanian menjadi pemukinan  dan perkebunan sawit, hal itu akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan yang ada di Kalbar, khususnya produksi padi ,”jelas Kabid Ketersediaan dan Sumber Daya Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kalimantan Barat, Drs Usmandi, Selasa (21/9/2021).

Selain itu dampak perubahan iklim global yang juga sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan yang ada di Kalimantan Barat.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, Doni Syaiful Bahri  mengatakan,  ketahanan pangan sangat dibutuhkan bagi warga Kalbar khususnya maupun Indonesia secara umum. Menurut Doni, ini memang diamanatkan oleh Undang-undang bahwa ketersediaan pangan  ini harus terjaga bagi  masyarakat Indonesia.

“Nah tugas kami di Dinas Tanaman Pangan ini memproduksi  katakanlah padi sebagai bahan pokok utama di Kalimantan barat, dan pada tahun anggaran 2020 luas panen kita kurang lebih 256 ribu 576 hektar, kalau dikomulatifkan menjadi beras kurang lebih sekitar 778 ribu hektar,” ujarnya.

Doni menegaskan, untuk mencukupi dalam tanda petik penduduk Kalbar yang kurang lebih  5,4 juta jiwa diperlukan beras dalam satu tahun dengan anggaran sekitar 529 ribu  ton. Menurutnya dengan produksi  yang ada dan sisa produksi di bulan Desember, Kalbar masih surplus 19 ribu ton di tahun anggaran 2020. 

Tetapi yang perlu mendapatkan perhatian bagi seluruh  masyarakat Kalbar memang dari 14 Kabupaten Kota di Kalbar ada kurang lebih enam kabupaten Kota yang minus produksinya. Artinya  Kabupaten Kota tersebut  produksi berasnya untuk ketahanan pangan  di Kabupaten Kota setempat tidak tercukupi. Keenam Kabupaten Kota tersebut meliputi Kabupateng Bengkayang, Sintang, Kapuas Hulu, Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Karena  produksi lokalnya tidak mencukupi  jika dibagikan dengan jumlah penduduk.

“Tetapi kita tidak perlu khawatir karena  distribusi dengan dukungan sarana dan prasarana yang cukup baik  bisa ditutupi, misalanya Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang dapat ditutupi dari produksi Kabupaten Sambas yang cukup melimpah, sedangkan Kabupaten Sintang  dan Kapuas Hulu dapat dicukupi dari Kabupaten Sanggau dan Landak. Sementara Kota Pontianak dapat dicukupi dari Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah,”pungkasnya. (*).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00