Hasil Panen 7,9 Ton Perhektar, Wamentan RI Apresiasi Petani Kubu Raya Kelola Padi VUB

KBRN, Pontianak : Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi mengapresiasi kerja keras yang dilakukan gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) yang berhasil meningkatkan produk varietas padi Inpari (Ir) 36, 37 dan 46 yang terus alami peningkatan hasil panen padinya. Kondisi ini bisa dilihat pada panen padi yang dilakukan di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya yang mencapai 7,9 ton perhektarnya.

“Saya sangat apresiasi dan bahagia, karena dengan pengawalan pemerintah Kubu Raya produksi pertanian yang dilakukan gapoktan di daerah ini terus alami peningkatan. Saya sangat bersyukur, varietas padi inpari 36, 37 dan 46 ini bisa diterima baik petani Kubu Raya", kata Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi saat menyaksikan panen padi Varietas Unggul Baru (VUB) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan RI di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya, Selasa (03/08/2021) siang.

Wamentan menuturkan, dalam beberapa kunjungannya di luar Kalimantan, banyak permasalah yang timbul disebabkan petani tidak menerima 100 persen dengan berbagai alasan. Untuk memasifkan produk VUB ini, pihaknya terus bekerja keras menginformasikan dengan berbagai penyuluhan agar masyarakat faham. Saya juga minta kepada kepala daerah (Gubernur dan Bupati) agar sering turun ke lapangan untuk memberikan inforamsi yang pasti kepada masyarakat, sehingga informasi itu tidak putus dari pusat ke daerah.

 “Kita minta para petani untuk tidak kapok jadi petani dan terus menyekolahkan anaknya yang belum tentu dibidang pertanian. Harapan kita, profesi petani bisa digandrungi dan menjadi cita-cita utama masyarakat Kubu Raya karena negara kita merupakan negara agraris yang memiliki banyak varian,” ujar Wamentan.

Wamentan menyampaikan, lahan pertanian yang semakin berkurang menjadi pekerjaan rumah bagi pihaknya yang rutin disampaikan kepada presiden yang mengkritisi bagaimana membuat korporasi dari koperasinya petani dan membuat petani millenial (petani berdasi).   

“Sector pertanian ini banyak hal yang harus diperbaiki dan dibenahi serta dimaksimalkan ke depannya terutama terkait pupuk dan perlu menjaga distribusi pupuk sehingga bisa berjalan dengan baik. Bagitu pula dengan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Wementan menyampaikan, pihaknya sudah sangat terbuka sekali, sehinga petani maupun masyarakat silakan datang untuk mendiskusikan masalah pertanian ini di masing-masing daerahnya.

"Pemerintah dan DPR RI sudah sangat membela petani dengan terus berdiskusi terkait pertanian dan untuk kemajuan petani di republik ini”, ucapnya.

Di tempat yang sama, Bupati Kubu Raya Muda mengatakan jika dilihat dari bukti hasil panen padi varietas Inpari 36, 37 dan 46 ini, bupati optimis hasil produktitifitas pertanian di Kubu Raya terus meningkat. Namun menurutnya, hal yang terpenting para petani di Kubu Raya bisa tetap fokus.

“Pemerintah Kabupaten juga berusaha agar hasil para petani ini bisa dipasarkan lebih cepat, supaya terserap. Pemasarannya melalui kelompok-kelompok tani (poktan) dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan pemerintah juga bantu memasarkannya, sebab hilirnya ini sangat penting karena jika pasarnya bagus maka para petani juga akan semakin bersemangat,” ujar Bupati Muda Mahandrawan.

Bupati menilai, di tengah pandemi saat ini, justru pertanian menjadi hal paling utama dan kita optimis karena pemasarannya menjadi bagian dari penyanggah Kota Pontianak

"Sehingga serapannya juga sangat baik. Untuk itu Komitmen dari BPTP sendiri dan dari Kementrian Pertanian inilah yang kita tunggu terkait penyediaan semua sektor pertanian”, paparnya.

Muda mengatakan hasil panen dari varietas inpari 36, 37 dan 46 ini merupakan hasil riset yang sangat baik dan memuaskan sehingga ia meyakini produktifitas pertanian di Kubu Raya akan terus meningkat.

“Untuk lahannya, akan kita jaga lewat kebijakan lokal, malalui Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan juga untuk areal tanam bekelanjutan itu juga terus kita petakan. Sebab konsekuansi dari pembangunan itu memang ada, karena semakin pesatnya pembangunan maka lahan pertanian tentu juga akan tergerus, untuk itu perlu disiapkan area yang lahan pertanian yang bisa terus dimanfaatkan untuk pertanian”, ungkap Bupati Muda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00