Singkawang, Satu satunya Kota Yang Terjadi Inflasi di Kalbar

KBRN, Pontianak : Perkembangan Inflasi di Kalimantan Barat berdasarkan perkembangan harga relative turun atau terjadi deflasi sebesar 0,14%.  Sedangkan laju inflasi tahun kalender yaitu periode Januari-Juli 2021 tercatat sebesar 0,63%, sementara inflasi year on yearnya sebesar 1,39%.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan barat mencatat, dari tiga kota pantauan di Kalimantan Barat, ada satu kota yang mengalami inflasi, yaitu di Kota Singkawang terjadi inflasi sebesar 0,36% sementara di Kota Pontianak dan Kabupaten Sintang terjadi deflasi masing-masing sebesar 0,23% dan 0,03%.

“Jika kita lihat laju inflasi di tiga kota tersebut yang menartik di kota ontianak dan Singkawang terjadi laju inflasi dari Januari hingga Juli 2021 masing-masing sebesar  0,62% dan 1,58%, namun di Kabupaten Sintang laju inflasi hingga Juli 2021, terjadi deflasi sebesar minus 0,74%”, papar Kepala BPS Provinsi Kalbar, Muh. Wahyu Yulianto Via Zoom Meeting di Pontianak, Senin (2/8/2021).

Sedangkan secara nasional terjadi inflasi sebesar 0,08% dengan laju Inflasi sebesar 0,81%, inflasi year  sumbangan inflasi maupun deflasi pada kelompok on yearnya sebesar 1,52%.

Wahyu mengatakan, jika dilihat dari 91 Kota Indek Harga Konsumen (IHK)  ada 61 Kota ynag mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Sorong sebesar 1,51% dan inflasi terendahnya di Kota Sampit sebesar 0,01%. Kemudian deflasi tertinggi di kota Manukwari sebesar 0,60% serta deflasi ternedahnya terjadi di Kota Maumere dan Samarinda  masing-masing 0,01%.

Jika dlihat perkembangan inflasi menurut keompok pengeluaran ada 11 kelompok pengeluaran, dan di sini kita lihat dari 11 kelompok pengeluaran ada 6 kelompok yang mengalami kenaikan indeks , sementara 5 kelompok mengalami penurunan indeks atau deflasi.

“Jadi kami sampaikan  kita pada bulan Juli 2021 terjadi deflasi sebesar minus 0,14% dan untuk kelompok pengeluaran yang menyumbang deflasi tertinggi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau”,  jelas Wahyu.

Menurut Wahyu ada beberapa komoditas yang perlu di digaris bawahi terkait dengan bagaimana kintribusinya  untuk komoditas-komoditas yang memberikan sumbangan inflasi maupun deflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, yaitu untuk komoditas yang mengalami kenikan harga adalah cabai rawit, tahu mentah, bawang merah, cabai merah dan daging sapi dan daging babi.

Beberapoa komoditas yang menarik tau terjadi deflasi, yaitu daging ayam ras,  ikan kembung dan beberapa kolompok sayuran seperti terong, sawi hijau, kangkong, timun dan wortel serta komoditas yang cukup strategis adalah telur ayam ras yang memang banyak dikonsumsi masyarakat. (Harmanta).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00