Kubu Raya Kembali Menanjak, Terobosan CMS Non Tunai Desa Masuk Nominasi 99 Inovasi Pelayanan Publik 2021

KBRN, Kubu Raya : Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui inovasi CMS Desa (Cash Management System/Transaksi Keuangan Desa secara Non Tunai) dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) berhasil menorehkan prestasi dan masuk ke dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB).

Hasil resmi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik itu tertuang pada pengumuman nomor : B/112/PP.00.05/2021 Tentang Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik dalam kompetesi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementrian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD tahun 2021.

Keberhasilan Kubu Raya masuk nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2021 ini tidak terlepas dari terobosan, inovasi, dan gagasan serta ide kreatif Bupati Muda Mahendrawan membentengi semua desa-desa di daerah itu dalam tata kelola keuangan desa dengan menerapkan sistem non tunai melalui aplikasi CMS dana desa yang sudah dilakukan sejak tahun 2019. Tentunya prestasi itu membuat kabupaten termuda di Kalbar itu kembali Menanjak.

Bupati Muda Mahendrawan mengatakan, inovasi ini dibuat bukan semata-mata untuk gagah-gagahan dan bukan sekedar demonstratif tapi memang betul-betul jadi sebuah inovasi yang dilakukan dengan melihat masalah yang sering terjadi. Yang mana dulunya pengelolaan keuangan desa cenderung memiliki cela yang membuat desa tidak fokus dan menimbulkan permasalahan yang terjadi sehingga tidak kondusif.

“Kita tahu ini semua terjadi karena sistem, makanya yang kita bangun di Kubu Raya ini merupakan sistem yang memberikan cara untuk menutup cela-cela itu dan membuat desa-desa menjadi partisipatif karena ada trush (kepercayaan) di masyarakat dan stekholdernya, sehingga semua perencanaan dan pelaksanaan itu bisa benar-benar dilakukan dengan cara-cara yang mengikuti Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) nya, eksekusinya dan pengendaliannya”, kata Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH di kediamannya jalan Tanjungsari 169 Pontianak, Jum’at (18/6/2021).

Bupati Muda menjelaskan, dengan diterapkannya sistem non tunai ini sehingga akhirnya tidak ada sistem yang diambil secara tunai seperti dulu. Tentunya semua ini akan lebih transparan, akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan. Efek dan dampaknya tentulah partisipasi masyarakat akan meningkat dan otomatis semua akan lebih memberikan ruang serta mengakomodir semua stekholder, sehingga perencanaannya akan lebih mengedepankan kebutuhan dan legitimasinya dari bawah.

“Dengan sistem ini semuanya bisa terkontrol dan otomatis semua desa dalam mengembangkannya bisa benar-benar fokus, baik itu pendidikan, kesehatan, insfrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat. Karena kegunaan Dana Desa (DD) ini supaya bisa lebih cepat dan dekat ke masyarakat eksekusinya. Otomatis kita akan lebih cepat dan efektif dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi desa yang agregatnya juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kabupaten”, ujarnya.

Dirinya menuturkan, jika Dana Desa dan ADD yang tahun ini sebanyak Rp.220 milyar digerakkan secara dengan tepat sasaran, tentunya pertumbuhan ekonomi bergerak secara maksimal dan jika anggaran yang secara nasional sebanyak Rp.72 triliun juga diterapkan dengan tepat sasaran, maka membantu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Makanya Kubu Raya dalam menerapkan CMS non tunai ini sebagai inovasi yang benar-benar diterapkan. Kita harapkan desa-desa dalam menerapkan CMS non tunai benar-benar menjadi standarnya digitalisasi desa itu secara tidak langsung ini akan berdampak pada inklusi keuangan di desa dan digitalisasi desa juga akan secara otomatis terjadi dengan cara ini. Akhirnya semuanya lebih terbuka, transparan, akuntabel, memberikan ketenangan dan pengelolaannya juga benar-benar tidak tumpang tindih”, tuturnya.

Lebih lanjut Bupati menegaskan, CMS non tunai ini merupakan sistem, karena jika sistem ini tidak dibangun dan diperkuat maka akan sulit untuk mempertangungjawabkan pengelola keuangan desa. Kubu Raya opimis dengan sistem ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya dan langsung menukik di desa-desa. Karena sasaran pembangunan di desa sekalipun jatuhnya ke desa-desa.

“Jika ini dijadikan sistem yang diberlakukan inovasi ini, saya kira akan jauh lebih maksimal dan memperngaruhi serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, karena di desa-desa juga tidak banyak persoalan, apa yang digerakan akan lebih menggerakan, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional juga akan lebih cepat bergerak kalau desa-desa memaksimalkan sektor pertanian, perikanan, perkebunan dan pengelolaan UMKM. Sebab, semua ini akan menggerakan ekonomi rumah tangga”, tuturnya.

Bupati menilai, percepatan-percepatan inilah yang saat ini dikejar di tengah pandemi sekarang, apalagi semua itu juga bisa menggerakan dalam mengurangi pengangguran dan resiko kemiskinan. Sehingga dengan sistem CMS non tunai ini, kerja-kerja semua desa di Kubu Raya akan lebih terukur dan berdampak langsung ke masyarakat.

Saat ditanya, kesiapan Kubu Raya untuk menjadi pilot project bagi daerah lainnya di Indonesia, Bupati menyampaikan, prinsipnya Kubu Raya selalu siap sebagai tempat pilot project penerapan CMS non tunai ini, karena Kubu Raya sudah menerapakan sistem ini sejak tahun 2019 yang diikuti 28 desa dan kemudian di tahun 2020 semua desa (118) di Kubu Raya juga sudah menerapkan sistem ini dan ini menjadikan Kubu Raya sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang semua desanya menerapkan CMS non tunai.

“Jika saat ini sudah ada daerah di pulau Jawa dan daerah lainnya yang sudah menerapkan sistem ini, saya kira hal itu tidak masalah, karena masing-masing daerah ada pengembangan modifikasi sistem ini yang disesuaikan dan mungkin juga ada yang punya inovasi tambahan. Yang terpenting sistem paling utama itu non tunai semuanya yang dilakukan dari desa dan semua ini akan berdampak langsung. Termasuk juga perpajakan,, karena semua pajak di desa itu bisa langsung dilakukan melalui sistem ini, baik itu, PPN nya, PPH nya, bisa langsung masuk ke kas negara”, pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00