Pedagang Pasar Flamboyan Tolak Wacana PPN Sembako

KBRN, Pontianak : Pedagang sembako di pasar Flamboyan meminta Pemerintah Pusat mempertimbangkan adanya usulan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang akan dikenakan kepada pedagang sembako. Pasalnya selain menimbulkan gejolak di pasar tradisional, isu ini juga menuai kritik dari pedagang sembako yang merasa keberatan jika aturan tersebut mulai diberlakukan.  

“Saya merasa keberatan kalau Pemerintah menerapkan PPN bagi pedagang sembako seperti kami. Meskipun sebagai pedagang kami hanya mengikuti kebijakan dari pemerintah, namun efeknya juga tentu berdampak terhadap para pembeli atau konsumen”, ujar Andi, pedagang sembako di Pasar Flamboyan, Selasa (15/6).

Menurutnya, kebijakan tersebut kurang tepat jika diterapkan di tengah pandemi Covid-19 sebab saat ini pemulihan ekonomi masih belum stabil, semnetara sembako merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Seharusnya tidak diberlakukan karena sembako ini kebutuhan masyarakat yang mayoritas menengah kebawah. Pedagang sudah dikenai biaya PPH harusnya UKM tidak dikenai PPH, apabila pemerintah tetap menerapkan akan semakin memberatkan masyarakat”, katanya.

Dikatakan Andi, seharusnya harga sembako itu tidak dikenakan pajak tetapi disubdisikan. Selain itu dikhawatirkan, kebijakan ini akan berdampak fatal bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Kita sebagai pedagang ya kurang setuju lah, karena tidak tepat suasananya pada saat ini kita dikenakan pajak. Sembako ini fatal kalau naik sebetulnya. Memang kali kalinya sikit, tapi kalau kita kalkulasikan dengan daya beli masyarakat kecil besar imbasnya. Kasihan masyarakat kecil”,pungkasnya (Rizki Agata/Anisa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00