UMKM Pertama Kalinya Mendapat Fasilitas Pengembangan Pasar Dari BPN Kalbar

KBRN, Pontianak : Usaha Mikro Kecil Menengah Kalimantan Barat selama ini banyak difasilitasi baik Pemerintah maupun pihak swasta. Dari Pemerintah, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalimantan Baru pertamakalinyai  membantu UMKM menyediakan space untuk melakukan kegiatan pengembangan pasar  memperkenalkan produk UMKM  ke pasar yang lebih luas.

Satu diantara Pelaku UMKM Galery Kerajinan Tenun Ikat Dayak Sintang-Putusibau,  Fifiyati menyatakan hal itu disela-sela Pameran UMKM yang digelar Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional ( Kanwil BPN) Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Senin (14/6/2021).

Fifiyati mengatakan, sebelumnya dari Dinas yang lain sering mendapatkan pelatihan  terkait peningkatan kapasitas baik untuk desertifikasi produk  maupun peningkatan dalam pengelolaan dan managemen usahanya dan kini dari BPN terkait pengembangan pasar. Bahkan untuk pembukuan usaha sudah diterapkan, dan program yang di laksanakan  BPN ini  merupakan satu diantara pengembangan pasar.

“Ya ini salah satu dari pengembangan pasar , kita memperkenalkan produk-produk kami  baik dari sambas kemudian dari Kota Pontianak dans aya juga mewakili kerajinan dari Sintang dan Putusibau, kami merasa bahwa apa yang diberikan ini adalah fasilitas yang berharga buat kami , mungkin kedapan kami berharap ada kesempatan lain lagi kami bisa difasilitasi, terutama kalu di BPN itu katanya ada sertifikat program untuk  bagaimana UMKM mendapatkan  bantuan sertifikasi lahan yang mereka miliki untuk bisa diagunkan untuk melakukan penjaman di perbankan”, harap Fifiyati.

Menyinggung tentang eksistensi pengembangan usahanya di masa Pandemi Covid-19 ini, Fifiyati akan lebih giat lagi memasarkan produk secara online yang lebih efektif dalam memasarkan produknya. Fifiyati mengakui dengan  adanya pandemi justru mengajarkan banyak kepada para pelaku UMKM harus tanggap menyiapkan  foto-foto semua produk sekaligus diskrepsi produk lengkap dengan harga jualnya dan memasarkannya lewat Online.

“Itu memang memudahkan , kerja kita setiap hari setiap produk yang kita buat akhirnya membuat kita untuk teliti samapai semua bahan bakunya kita buat seperti itu sampai harga jualnya, tetapi memang juga ada negatifnya, produk kita dicontoh orang atau kita mencontoh produk orang, jadi timbale baliklah disitu”, pungkasnya. (Hermanta).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00